Plasenta Previa – Pengertian dan Penyebab

Plasenta previa adalah komplikasi kehamilan di mana plasenta (organ yang menghubungkan ibu dan janin dan mentransfer oksigen dan nutrisi ke janin) tertanam baik di dekat atau menutupi pintu uterus (rahim). Plasenta previa ditemukan di sekitar 4 dari setiap 1.000 kehamilan di luar 20 minggu kehamilan. Gejala utama plasenta previa adalah perdarahan.

doktersehat-hamil-tes-usg

Beberapa istilah telah digunakan untuk mengkarakterisasi plasenta previa. Jenis-jenis plasenta previa meliputi:

  • Plasenta previa lengkap mengacu pada situasi di mana plasenta benar-benar menutupi pembukaan dari rahim ke leher rahim.
  • Plasenta previa parsial mengacu pada plasenta yang menutupi sebagian pembukaan serviks (karena serviks tidak berdilatasi sampai waktu untuk pendekatan persalinan, perdarahan dapat terjadi setelah leher rahim mulai membesar).
  • Plasenta previa marginal mengacu pada plasenta yang terletak berdekatan dengan serviks, tetapi menutupi
  • Istilah plasenta letak rendah atau plasenta rendah telah digunakan untuk plasenta previa dan plasenta previa marginal.
  • Istilah plasenta previa anterior dan plasenta previa posterior kadang-kadang digunakan setelah pemeriksaan USG dilakukan untuk lebih menggambarkan posisi yang tepat dari plasenta dalam rongga rahim.

Penyebab placenta previa
Sejumlah faktor dapat meningkatkan kemungkinan bahwa plasenta akan terletak di bagian bawah rahim dan berpotensi menutupi pembukaan serviks.

Jaringan parut di daerah atas rahim dapat meningkatkan pertumbuhan plasenta di segmen bawah rahim. Jaringan parut pada jaringan rahim bagian atas dapat menjadi efek dari kondisi berikut:

  • Pernah menjalani persalinan cesarean (plasenta previa terjadi pada 10% wanita yang telah memiliki empat atau lebih persalinan Cesarean);
  • Pernah menjalani prosedur D & C (kuretase) untuk keguguran atau aborsi induksi; dan
  • Pernah menjalni operasi atau instrumentasi di rongga rahim.

Dalam beberapa kasus, plasenta previa terjadi karena plasenta tumbuh lebih besar untuk mengkompensasi penurunan fungsi (kemampuan yang menurun dari plasenta dalam memberikan oksigen dan/ atau nutrisi) atau kebutuhan untuk fungsi yang lebih besar sehingga plasenta bertumbuh di area yang lebih besar dapat meningkatkan risiko wanita terkena plasenta previa. Contoh termasuk:

  • Kehamilan multipel (kembar dua, kembar tiga, dll);
  • Merokok; dan
  • Tempat tinggal di dataran tinggi