Pilih Umur Panjang Atau Hidup Lebih Berkualitas?

DokterSehat.Com – Apa ucapan selamat yang paling sering Anda dengar ketika berulang tahun? Ya, hampir semuanya akan menjawab semoga panjang umur dan diikuti dengan sehat selalu,

10

Pakar kesehatan geriatri dari Gleneagles Hospital, Dr Chan Kin Ming mengatakan bahwa harapan untuk memperpanjang umur menjadi salah satu harapan paling dasar manusia. Berbicara dalam Annual Scientific Meeting Gleneagles Hospital, Dr Chan mengatakan ada hal mendasar yang lebih penting daripada mencari tahu bagaimana cara supaya panjang umur.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi bagaimana caranya supaya saya bisa panjang umur, tapi bergeser fokusnya ke bagaimana hidup saya berkualitas, bukan hanya sekedar hidup, tutur Dr Chan, dalam seminarnya yang berjudul What Can I Do To Live Forever, di Sheraton Tower, Singapura, seperti ditulis Minggu (26/4/2015).

Berdasarkan beberapa penelitian, harapan hidup (life expetancy) manusia di seluruh dunia meningkat dalam 60 tahun terakhir. ?Pada tahun 1950, harapan hidup manusia ada di usia 48 tahun. Sementara pada 2010, terdapat peningkatan 20 tahun menjadi 68 tahun.

Hal ini menandakan, manusia terus berkembang ke arah yang lebih baik. Berkembangnya teknologi kesehatan dan pengobatan, serta pertumbuhan ekonomi dan pendidikan menjadi faktor penting meningkatnya harapan hidup manusia.

Namun tingginya harapan hidup belum tentu menjamin hidup manusia berkualitas. Apa gunanya memiliki umur panjang jika hanya dihabiskan di atas tempat tidur karena sakit dan tak mampu beraktivitas?

Memang, risiko penyakit akan meningkat ketika memasuki hari tua. Bahkan menurut Dr Chan, semakin tua seseorang maka risiko penyakit menimbulkan komplikasi akan semakin besar.

Pneumonia contohnya. Penyakit ini memang menyerang sistem pernapasan. Tapi pada lansia yang fungsi organ-organ tubuhnya sudah menurun, terserang pneumonia bisa menyebabkan stroke yang berujung pada kematian.

Baca Juga:  Penyakit-penyakit Berbahaya Yang Bisa Diantisipasi Via Smartphone

Pneumonia memang menyerang saluran pernapasan, akibatnya kerja paru-paru menjadi lebih berat. Pekerjaan yang lebih berat membutuhkan jumlah oksigen yang lebih banyak, sehingga jantung akan memompa darah lebih cepat. Pemompaan darah yang sangat cepat akan membuat tekanan darah meningkat dan bisa menyebabkan pembuluh darah pecah, dan akhirnya meninggal karena stroke.

Karena itulah, yang menjadi perhatian seharusnya bagaimana di masa tua kita tetap aktif dan sehat, mampu beraktivitas seperti biasa. Caranya tentu saja dengan melaksanakan gaya hidup sehat dan menghindari stres, tuturnya.