Pil Ini Membuat Diabetesi Tak Perlu Lagi Suntik Insulin

DokterSehat.Com – Penderita diabetes adalah orang-orang yang paling tidak beruntung di seluruh dunia. Bagaimana tidak, mereka tidak lagi leluasa untuk menikmati hidup dimana mereka tidak bisa memakan berbagai makanan sesuka hati. Tak hanya itu, beberapa jenis olahraga juga ada yang kurang diperkenankan untuk dilakukan oleh penderita diabetes. Banyak penderita diabetes yang bahkan harus membawa suntikan insulin setiap waktu demi kesehatannya. Padahal, belum tentu penderita diabetes mampu menahan sakitnya jarum suntik, bukan? Beruntung kini ditemukan semacam pil khusus yang akan sangat berguna bagi penderita diabetes sehingga mereka tidak lagi perlu memakai suntikan insulin.

doktersehat-obat-a-z-ponstan-asam-mefenamat-Levofloxacin-suplemen-hamil-kehamilan-hiv-truvada-melatonin-susah-tidur

Pakar kesehatan dari Niagara University berhasil mengembangkan pil insulin yang bernama Cholestosome yang akan sangat berguna bagi penderita diabetes. Pil yang dihasilkan melalui teknologi canggih ini juga sudah lolos uji coba klinis pada fase II ORMD–0801 sehingga diharapkan bisa segera diproduksi secara massal.

Mary McCourt, pakar kesehatan yang terlibat dalam pengembangan pil ini menyebutkan jika pil ini bisa mengirim insulin ke tempat yang dituju bagi para penderita diabetes yang membutuhkan. Hal ini tentu menjadi terobosan baru mengingat sebelumnya pil insulin sangat sulit untuk diciptakan mengingat insulin bisa memicu masalah asam lambung yang parah. Namun, McCourt dan timnya kemduian memakai semacam lapisan polimer yang mampu melindungi insulin pada pil sehingga obat ini mampu bertahan dari serangan asam lambung.

Pil ini akan mampu bertahan hingga ke usus yang nantinya akan menyerap kandungan yang disebut vesikula yang pada akhirnya melepaskan insulin pada aliran darah. Saat dilakukan pengujian pada hewan, tingkat efektifitas pelepasan insulin ini sangatlah baik sehingga diharapkan juga bisa memberikan dampak yang sama bagi manusia. Diharapkan, pil ini akan mampu lolos dalam uji klinis tahap III sehingga akan bisa segera dilepas ke pasaran dan membantu penderita diabetes di seluruh dunia.