Petting, Hamil atau Tidak ?

DokterSehat.com – Hamil apa Tidak? Pertanyaan itu datang dari seorang sahabat, seseorang telah datang menjadi seorang teman dan lama menjadi seorang sahabat. Dia datang dengan sedikit konflik tentang hubungannya dengan seorang wanita yang telah menjadi kekasihnya. Permasalahan klasik tentang hubungan anak muda sekarang ini, ya walaupun saya sendiri belum cukup tua. Dia bertanya tentang akibat dari perbuatan yang telah dia lakukan berdua bersama kekasihnya itu. Dengan minimnya informasi tentang sex yang dia ketahui, dia telah berani melakukan berhubungan badan dan parahnya lagi dia masih takut untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya itu.



Kegelisahaannya bertambah namun itu terjadi ketika sudah terjadi hal yang memang seharusnya terjadi. Niat hati “petting” namun dia kurang mengerti secara menyeluruh apa sebenarnya yang dia lakukan.

Sebenarnya petting itu sendiri atau foreplay dilakukan sebagai pemanasan ketika hubungan sex ( penestrasi ) yang sebenarnya akan dilakukan. Hal ini sangat berguna bagi pihak wanita karena akan memberikan rangsangan yang membangkitkan gairah dan mempersiapkan organ genitalnya ( elastisitas vagina ) untuk lanjut pada tahap penestrasi.

Kesalahan besar yang biasa dilakukan oleh remaja pada saat ini adalah penyalah-artian petting sebagai salah satu tahapan dalam menjalin suatu hubungan. Padahal petting sendiri biasa berlanjut pada penestrasi yang tentunya tergantung dari individu itu masing-masing. Maksud saya disini adalah ketika anda melakukan petting dan mendapatkan kenikmatan anda akan terlena dan lupa sehingga dengan kesalahan kecil akan menuju ke penestrasi.

Kembali ke teman saya yang mencoba petting. Kesalahan yang sama di lakukan oleh sahabat saya tersebut, berniat hanya petting namun berakhir pada penestrasi ringan ( tidak semuanya masuk ). Rasa nikmat itu tentunya akan menggoda teman saya atau bahkan anda yang melakukan petting sehingga mendorong untuk melakukan tahap berikutnya yaitu penestrasi. Ending dari penestrasi sendiri adalah ejakulasi yang bisa berakibat pada pembuahan pada indung telur wanita, dan bayangkan bila hal itu terjadi. Tentunya saya akan segera menjadi paman dari anak sahabat saya itu. Pendidikan sex yang kurang dan rasa ingin tahu yang berlebihan berdasarkan kata “cinta” mendorong orang ke lubang hitam yang tidak berdasar ( kecanduan ).

Baca Juga:  Tampon, Apa itu Tampon?

Dewasa ini banyak sekali di media cetak maupun televisi terdapat kasus yang berhubungan dengan pemerkosaan, hamil diluar nikah dan paling mengenaskan adalah tindakan aborsi. Sebetulnya aborsi bukanlah salah satu jalan dimana kita akan mengorbankan calon anak yang telah kita buat sendiri dengan perbuatan yang sebetulnya kita sudah tau resikonya. Cinta dan sayang yang berlebihan dan nafsu yang menguasai tentunya akan mengakibatkan kita menjadi gelap mata dan rela mengorbankan kesucian ( bagi wanita ). Disini peran orang tua yang tentunya bisa mencegah hal tersebut, dengan pendidikan sex sejak dini tentunya akan mengurangi adanya salah paham tentang sex itu sendiri.

Di Indonesia sex itu merupakan hal yang masih tabu, namun perkembangan remaja di negara yang dikenal ramah ini sudah Over. Besarnya kejahatan sex dan kegiatan remaja yang semakin tidak terkontrol tentunya membuat resah kebanyakan orang tua, namun mereka sendiri masih merasa tabu untuk memberikan penjelasan tentang sex sehat dan terkontrol sejak dini. Di pihak lain sekolah yang merupakan pendidikan formal di luar sekolah sendiri minim memberikan pelajaran tentang sex, namun beberapa pihak yang perduli akan hal ini banyak mengadakan seminar tentang pendidikan sex sejak dini untuk mengurangi menjalarnya penyakit sex menular seperti AIDS.

Saya merupakan salah satu dari orang yang setuju tentang pendidikan sex sejak dini. Kenapa, karena sex sendiri itu bukan tindakan yang salah ( diluar konteks agama ) asal dilakukan dengan jalur yang benar dan bila dilakukan secara save and healthy. Jadi apa yang terjadi pada salah seorang sahabat saya di atas tentunya memberikan pelajaran bagi remaja-remaja lain yang ingin tahu tentang sex, sebaiknya anda menanyakan sex kepada orang yang lebih mengerti bukan dengan mencobanya. Karena akibatnya bisa berbahaya dan tentunya bukan hanya anda sendiri yang menanggung resikonya.
sumber: oblo.web.id