Perubahan Musim Berdampak Pada Daya Ingat Dan Fokus Otak

DokterSehat.Com – Perubahan musim tentunya berpengaruh pada segala sisi kehidupan, misalnya saja adanya buah-buahan yang ada hanya pada musim tertentu hingga munculnya penyakit musiman tertentu. Namun benarkah musim juga bisa mempengaruhi cara berpikir kita?

shutterstock_326869622 copy

Penelitian kecil menunjukkan kekuatan otak lebih baik pada berberapa waktu tertentu dalam satu tahun. Penelitian tersebut kurang definitif dan perbedaannya tidak terlihat jelas saat dilakukan scan pada otak. Namun penelitian lain oleh Gilles Vandewale, seperti dikutip dari webmd.com menunjukkan bahwa penelitian pada 28 dewasa muda menunjukkan bawa musim sangat berpengaruh. Vandewalle menyebutkan bahwa pada orang dengan gangguan afektif musiman, depresi terjadi pada bulan-bulan tertentu, mungkin efek perubahan musim lebih rentan pada otak.

Sekitar 5% penduduk di Amerika mengalami gangguan afektif musiman, dimana bisa mencetus gejala depresi terutama pada musim dingin dan musim gugur. Musim juga mempengaruhi mempengaruhi hormon, sistem imun, dan neurotransmiter, yang merupakan bahan kimia di otak. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa musim mempengaruhi kemampuan berpikit, tetapi temuan tersebut belum konklusif.

Dalam penelitian barunya, Vandewalle dkk. mempelajari 14 wanita dan 14 pria dengan rata-rata usia 21 tahun, pada waktu yang berbeda antara Mei 2010 dan Oktober 2011. Semua peserta menghabiskan waktu 4,5 hari di laboratorium dimana mereka tidak mengetahui perubahan musim di luar, seperti siang hari, dan tidak memiliki akses dengan dunia luar.

Peneliti juga kemudian menggunakan scan otak untuk melihat bagaimana partisipan menyelesaikan tugas untuk menguji kemampuan mereka dalam memusatkan perhatian dan mengingat hal-hal jangka pendek.

Hasil scan menunjukkan bahwa kemampuan memperhatikan peserta yang terbaik berada pada di dekat titik balik matahari musim panas di bulan Juni dan terburuk di titik balik matahari di musim dingin pada bulan Desember. Sedangkan memori jangka pendek terbaik pada musim gugur dan terburuk di musim semi.

Baca Juga:  Agar Tidak Mudah Terkena Gatal-Gatal di Malam Hari

Peneliti tidak mengetahui bagaimana sebenarnya musim bisa mempengaruhi otak. Tetapi perubahan musim membuat perubahan pula  dalam kelembaban, suhu, lamanya hari dan bahkan interaksi sosial antara orang dapat terlibat. Sehingga ini merupakan multifaktor. Peneliti tidak mengetahui dengan jelas mengapa otak berevolusi dengan cara ini, meskipun pada jaman dahulu manusia mengandalkan perubahan musim untuk beberapa hal misalnya saja persediaan makanan. Namun, dalam masyarakat modern saat ini, kita sama-sama aktif sepanjang tahun. Vandewalle juga mengatakan tidak jelas bagaimana musim dapat mempengaruhi seseorang di luar Eropa. Penelitian di Indonesia sendiri juga belum ada.

Adapun seorang asisten profesor, Xenia Gonda, mengungkapkan bahwa temuan penelitian tersebut penting karena memberikan pemahaman lebih tentang otak dan bagaimana seseorang beradaptasi dengan lingkungan mereka. Selain itu hasil temuan ini berguna untuk mengembangkan pengetahuan dalam menegakkan diagnosis dan mengobati gangguan afektif musiman.