Penuaan – Perubahan Fisik terkait Penuaan

DokterSehat.Com– Penuaan adalah suatu proses perubahan (baik pada fungsi dan tampilan fisik) pada tubuh yang diakibatkan oleh karena faktor umur. Perubahan fisiologis tertentu terjadi di tubuh manusia sebagai bagian alami penuaan.

doktersehat-couple-orang-tua-alzheimer-jalan-sehat

  • Perubahan fisik karena penuaan dapat terjadi di setiap organ dan dapat mempengaruhi kesehatan dan gaya hidup manula.
  • Banyak penyakit dan kondisi menjadi lebih umum pada populasi manula.
  • Masalah psikologis dan sosial sering memainkan peran penting baik dalam kesehatan fisik maupun mental orang dewasa yang lebih tua.
  • Diet dan olahraga teratur dapat secara signifikan memperbaiki hasil kesehatan manula.
  • Sejumlah tes skrining dan pencegahan direkomendasikan untuk manula.
  • Langkah-langkah keamanan rumah yang sederhana dapat mengoptimalkan kesehatan para manula.
  • Karena kompleksitas perawatan medis manula, spesialisasi medis yang disebut geriatri didedikasikan untuk kesehatan manula.

Perubahan tubuh yang terjadi seiring kita menua
Spektrum perubahan yang luas terjadi pada tubuh manusia seiring bertambahnya usia. Meski sebagian besar perubahan ini bukan pertanda penyakit, perubahan pada tubuh tersebut bisa saja sangat menyusahkan. Menyadari perubahan tubuh potensial ini sebagai bagian penuaan diharapkan dapat mengurangi sebagian dari kesusahan dan kegelisahan ini. Beberapa perubahan penuaan tubuh yang sering terjadi adalah:

  • Perubahan pada kulit: Kulit bisa menjadi kurang lentur, lebih tipis, dan lebih rapuh. Kulit juga bisa memar dengan mudah. Keriput, bintik-bintik penuaan, dan tanda kulit mungkin lebih menonjol. Berkurangnya produksi minyak kulit alami bisa mengakibatkan kulit lebih kering dan gatal.
  • Perubahan pada tulang, sendi, dan otot: Tulang biasanya kehilangan kerapatan dan kekuatan dan mungkin juga menyusut dalam ukuran, sehingga tulang cenderung lebih rentan terhadap patah tulang (fraktur). Massa otot umumnya menyusut, dan orang menjadi lemah. Akibat pemakaian dan keausan yang normal terjadi, persendian menjadi meradang, menyakitkan, dan kurang lentur.
  • Perubahan dalam mobilitas: Mobilitas dan keseimbangan dapat dipengaruhi oleh penuaan. Perubahan tulang, sendi, dan otot seiring dengan perubahan sistem saraf berkontribusi terhadap masalah keseimbangan. Jatuh dapat mengakibatkan kerusakan lebih lanjut dengan memar dan patah tulang.
  • Perubahan bentuk tubuh: Akibat perubahan tulang yang menua, perawakan tubuh bisa menyusut dan kelengkungan punggung bisa hilang. Massa otot berkurang dan metabolisme lemak melambat sehingga menyebabkan manajemen berat badan lebih sulit. Lemak bertahan di daerah perut dan pantat.
  • Perubahan wajah: Keriput wajah dan bintik-bintik penuaan sering terjadi dan bentuk keseluruhan wajah bisa berubah. Wajahnya bisa melorot dan menjadi suram akibat kehilangan volume terkait susutnya volume tulang dan lemak di wajah.
  • Perubahan gigi dan gusi: Gigi bisa menjadi lebih lemah dan lebih rapuh. Gusi dapat menarik kembali gigi dan air liur menjadi lebih sedikit diproduksi oleh kelenjar air liur. Akibatnya mulut kering, kerusakan gigi, infeksi gigi, bau mulut, kehilangan gigi, dan penyakit gusi bisa terjadi.
  • Perubahan rambut dan kuku: Rambut bisa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Rambut yang lebih kering bisa menyebabkan rasa gatal dan ketidaknyamanan. Kuku bisa kering dan rapuh dan membentuk garis vertikal. Kuku jari kaki juga bisa menjadi tebal dan kehilangan bentuknya yang alami. Infeksi jamur kuku juga sering terjadi.
  • Perubahan hormon dan metabolisme: Perubahan hormonal sering dijumpai pada lansia. Perubahan dalam metabolisme gula dan karbohidrat dapat menjadi penyebab diabetes. Metabolisme lemak, kolesterol, kalsium dan vitamin D sering berubah. Kelenjar tiroid bisa mulai berfungsi dengan buruk. Tingkat hormon seksual yang rendah dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan vagina yang kering.
  • Perubahan memori: Masalah memori sering terjadi pada manula. Ini terkait pikun yang sederhana tentang tugas ringan dan tidak harus merupakan demensia, yang merupakan penyakit yang dimanifestasikan oleh gangguan fungsi eksekutif tubuh.
  • Perubahan sistem kekebalan tubuh: Sistem kekebalan tubuh bisa menjadi lebih lemah seiring bertambahnya usia sehingga para manula rentan terkena infeksi.
  • Perubahan pendengaran: Perubahan pada struktur telinga dan pendengaran bisa mengganggu pendengaran dan menyebabkan gangguan pendengaran terkait usia. Biasanya, frekuensi yang lebih tinggi menjadi lebih sulit untuk didengar.
  • Perubahan penglihatan: Mata bisa menjadi lebih kering dan lensa bisa kehilangan fokusnya. Pandangan bisa menjadi kabur dan tidak fokus. Beberapa masalah ini bisa dimodifikasi dengan memakai kacamata dan lensa kontak.
  • Perubahan bau dan rasa: Rasa bau dan, yang kurang umum, rasa pada indra pengecapan bisa berkurang menyebabkan nafsu makan dan penurunan berat badan yang signifikan.
  • Perubahan usus dan kandung kemih: Inkontinensia usus dan kandung kemih (buang air besar atau kecil secara tidak disengaja) sering terjadi. Konstipasi, frekuensi kencing, dan kesulitan memulai kencing bisa sangat menyusahkan bagi manula.
  • Perubahan tidur: Tidur bisa berubah secara signifikan seiring bertambahnya usia. Lama tidur, kualitas tidur, dan seringnya waktu terbangun ketika tidur umumnya terlihat pada manula.
Penuaan – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4