Serangan Jantung – Pertolongan Pertama dan Faktor Risiko

Jika seseorang di dekat Anda menunjukkan tanda-tanda serangan jantung mendadak, hubungi 119 atau meminta orang lain untuk memanggil bantuan. Tetap tenang, dan periksa respon orang tersebut dengan cara memanggilnya. Jika Anda tidak mengenalnya, tetap panggil “Pak” atau “Bu” (sapaan umum) untuk melihat apakah orang tersebut mampu merespon Anda. Mulai lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) segera jika ia tidak sadar dan tidak bernapas. RJP akan menjaga sirkulasi darah ke otak dan organ lainnya. Anda dapat berhenti jika ia mulai bernapas, atau bila layanan medis darurat tiba dan mengambil alih situasi.

doktersehat-serangan-jantung

Sementara Anda melakukan RJP, panggil orang lain untuk mencari defibrillator eksternal otomatis (AED) dan gunakannya segera. AED adalah perangkat portabel yang mengirimkan sengatan listrik melalui dada ke jantung bila diperlukan. Pengiriman shock ke dinding dada dapat mengembalikan irama jantung ke status 0 sehingga jantung secara mandiri akan berdetak normal lagi. AED ada banyak tempat umum, seperti mal, bandara, hotel, dan sekolah.

Dengan tindakan cepat, Anda dapat bertahan hidup serangan jantung mendadak. Bantuan hidup dasar berupa Resusitas Jantung Paru (RJP)  perlu segera dilaksanakan, dan pengobatan dengan defibrillator eksternal otomatis (AED) dalam beberapa menit.

Setiap detik sangat berharga

Telepon 119 sesegera mungkin jika Anda memiliki:

  • Sakit dada
  • Ketidaknyamanan di salah satu atau kedua lengan atau di belakang, leher, atau rahang
  • Sesak nafas yang tidak dapat dijelaskan
  • Keringat dingin dan rasa mual

Jika Anda berisiko
Bicarakan dengan dokter Anda. Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko Anda. Dokter mungkin merekomendasikan obat, operasi, atau perawatan lain atau perubahan gaya hidup. Seseorang dalam rumah tangga Anda harus dilatih dalam tindakan RJP dan penggunaan AED.

Baca Juga:  Serangan Jantung - Pengertian, Penyebab, dan Gejala

Sebuah alat yang disebut ICD (implan cardioverter-defibrillator) dapat membantu mencegah serangan jantung mendadak pada beberapa orang yang berisiko tinggi. Perangkat biasanya diletakkan di bawah kulit di dada bagian atas. Alat itu akan memonitor irama jantung Anda. Jika mendeteksi ritme yang luar biasa, gunakan pulsa elektrik atau fibrilator untuk mengembalikan irama normal jantung.

Serangan jantung mendadak kadang-kadang terjadi pada orang yang tidak memiliki kondisi jantung atau gejala sebelumnya.

Tapi studi menunjukkan bahwa orang-orang yang bertahan hidup dari serangan jantung ternyata menyadari (meskipun terlambat) bahwa mereka pernah memiliki gejala namun sering diabaikan sebelum serangan jantung.