Persiapan Kehamilan Agar Mendapatkan Generasi Yang Cerdas Lahir dan Batin

DokterSehat.Com – Menyiapkan Kedatangan “Hadiah dari Surga” Yang diharapkan oleh setiap pasangan suami-istri

shutterstock_123819496 copy

The body of a woman who is to conceive
Is being chosen as a channel
For the expression of divinity into materiality
Although ovulation is a law of nature,
Conception is a law of God
~ Edgar Cayce ~

Ketika Anda dengan sadar mengundang sebentuk ruh agar hadir ke dalam hidup Anda bersama pasangan dengan “menciptakan” seorang bayi, apakah Anda berdua sudah benar-benar siap mengemban kepercayaan suci untuk mencintai dan merawat bayi tersebut dengan segenap cinta dan kasih sayang? Bukan hanya sekadar memberinya makan dan minum, memandikan, mendidik, serta menyekolahkan. Namun, Anda juga mengemban tugas untuk menanamkan berbagai hal positif ke dalam pikiran bayi Anda bahkan sejak sebelum dia tercipta. Anda bersama pasangan juga memiliki tugas membantu dan membimbing anak Anda untuk menemukan serta menyelesaikan misi hidupnya.

Agar Anda berdua “layak” untuk mengemban tugas suci untuk menjadi “saluran” bagi lahirnya bayi-bayi yang tumbuh menjadi generasi penerus yang unggul, baik secara fisik, kecerdasan, maupun kepribadian, diperlukan persiapan yang bersifat holistik. Sehingga bayi yang hadir di dalam rahim Anda, tidak hanya sekadar memiliki kondisi tubuh sehat dan tingkat kecerdasan tinggi, melainkan ruh, yakni percikan cahaya Ilahi, yang hadir di dalam tubuh bayi Anda kelak juga akan menumbuhkan benih kebajikan dan kebijaksanaan. Anak yang Anda hadirkan ke dunia ini, akan mampu memberikan banyak manfaat kepada lingkungan melalui sikap welas asih dan cinta damai yang menjadi karakternya. Anak-anak dengan kualitas kepribadian seperti ini, kerap disebut sebagai anak indigo. Yakni, anak-anak yang meskipun usianya masih dalam rentang balita, tetapi memiliki cara berpikir yang sudah jauh lebih matang melampaui usianya, memiliki kepribadian yang penuh cinta dan kasih sayang kepada sesama makhluk hidup, dan seringkali melontarkan kalimat-kalimat bijaksana. Upaya yang dapat Anda lakukan bersama pasangan agar memiliki kemungkinan untuk mendapatkan “hadiah dari surga” ini adalah menata tubuh, pikiran, dan ruhani Anda agar “layak” mengemban tugas suci tersebut.

1. Menata tubuh
Para dokter dan ahli biologi sel mendefinisikan awal kehidupan terjadi ketika sel telur dan sel sperma bersama-sama melakukan sebuah “perjalanan suci” untuk bertemu dan kemudian bersatu untuk menciptakan seorang individu baru. “Perjalanan suci” penciptaan manusia ini, menurut Deepak Chopra dalam bukunya “Panduan Holistik Kehamilan dan Kelahiran,” sama-sama menakjubkannya seperti proses penciptaan seluruh alam semesta itu sendiri. Ruh dan molekul-molekul menyatu untuk menciptakan sebuah kehidupan baru. Agar “perjalanan suci” ini berlangsung lancar, salah satu faktor penentunya adalah tingkat kesuburan calon ibu dan calon ayah.
Sebaiknya, 6 bulan sebelum berencana untuk mempunyai buah hati, Anda berdua mulai menjalani pola hidup sehat agar kondisi tubuh Anda dan pasangan optimal dan “layak” untuk menerima kehadiran sesosok bayi, “hadiah dari surga” yang didambakan. Perubahan pola hidup ini, terutama bertujuan agar seluruh organ tubuh Anda berfungsi optimal, termasuk organ-organ reproduksi Anda, sehingga mampu menghasilkan “bibit” berupa sel sperma dan sel telur dengan kualitas unggul.

Bagi calon ibu

  • Terapkan pola makan sehat. Status gizi yang baik akan menunjang fungsi alat-alat reproduksi Anda secara optimal, sehingga indung telur dapat menghasilkan sel-sel telur yang matang dengan kualitas unggul untuk dibuahi oleh sel sperma. Kecukupan gizi yang selalu terjaga akan membuat tubuh Anda mampu mempersiapkan cadangan energi penunjang proses tumbuh-kembang janin kelak.
  • Terapi alternatif dapat menjadi pilihan. Untuk membantu meningkatkan kesuburan, Anda dapat mencoba terapi alternatif. Misalnya, akupunktur yang memperbaiki aliran energi di dalam tubuh melalui jarum pada titik-titik tertentu sehingga energi pada berbagai organ tubuh menjadi seimbang, aliran darah menuju rahim lebih lancar sehingga siklus haid menjadi teratur dan produksi hormon estrogen serta progesteron meningkat.

Bagi calon ayah

  • Tinggalkan kebiasaan penurun kesuburan. Hentikan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, serta memakai celana dalam ketat karena dapat menurunkan kualitas sperma. Hindari berendam air panas atau sauna. Sebab, suhu tinggi di sekeliling buah zakar dalam waktu lama dapat menurunkan produksi serta kualitas sperma. Sebaliknya, rajinlah berolahraga rutin karena stamina tubuh yang terjaga serta peredaran darah yang lancar akan mendukung produksi sperma dengan motilitas (kemampuan gerak) yang baik sehingga keberhasilan proses pembuahan semakin besar.
  • Perbanyak konsumsi makanan peningkat fungsi organ reproduksi. Contohnya, tiram yang kaya kandungan zat seng (Zn), dapat meningkatkan produksi sperma. Jahe, memperlancar aliran darah sehingga mencegah ejakulasi dini. Seledri, meningkatkan rangsangan ereksi
Baca Juga:  Tetap Cantik dan Bugar Selama Masa Kehamilan

2. Menata pikiran
Dalam Ayurveda ada ungkapan yang berbunyi “Apa yang kamu lihat, itulah kamu” dan di Barat kita mengenal ungkapan “You are what you eat.” Kedua pepatah ini mengandung makna bahwa tubuh dan pikiran kita dibentuk berdasarkan berbagai pengalaman yang kita miliki sepanjang hidup. Itu alasannya mengapa kita dianjurkan untuk selalu berpikir positif. Ini merupakan suatu sikap untuk menjaga kesadaran setiap saat. Bruce Lipton, Ph.D., pakar biologi sel dan saraf dari University of Wisconsin School of Medicine, AS, melalui risetnya berhasil membuktikan bahwa setiap sel, memiliki kesadaran. Ada kekuatan Ilahi yang mengatur seluruh sistem di dalam sebuah sel. Penemuan tentang kesadaran pada tingkatan sel ini telah diakui dunia. Dia memberi beberapa contoh cara yang dapat Anda lakukan, antara lain dengan mencari tempat sepi dan nyaman, lalu tutuplah mata Anda. Kembangkan imajinasi dan kreativitas Anda sebebas mungkin untuk menciptakan gambaran sosok bayi yang Anda dambakan dalam pikiran Anda. Bayangkan Anda sedang melihatnya, mendengar suaranya, merasakan gerakan bayi Anda, dan Anda diselimuti oleh kebahagiaan yang luar biasa, serta kasih sayang yang berlimpah.

Dalam bukunya “The Honeymoon Effect: The Science of Creating Heaven on Earth,” Lipton menyarankan pasangan yang sedang berbulan madu atau yang ingin mendapatkan “bayi-bayi unggul,” untuk menjaga kesadaran dan pikiran positif pada saat melakukan hubungan seksual yang diniatkan guna “menciptakan” bayi dengan karakter unggulan seperti yang diharapkan. Kesadaran inilah yang sesungguhnya menjadi tujuan dari ritual tirakat, doa, maupun meditasi yang dilakukan sebelum melakukan hubungan suami-istri agar selama proses “penciptaan” bayi ini, kesucian, kesakralan, dan sifat ke-Ilahian terjaga. Lipton menambahkan, “Pasangan yang melakukan hubungan seksual dengan kesadaran Ilahi, keduanya akan dipenuhi oleh pikiran baik dan perasaan penuh cinta dan kebahagiaan seperti saat berbulan madu. Kondisi pikiran positif dan kesadaran ini akan membuat lebih dari 50 trilyun sel yang terlibat dalam proses penciptaan bayi, tersusun dan terangkai secara harmonis, sehingga tidak saja menghasilkan bayi yang sehat fisiknya melainkan juga akan menghasilkan ‘organisma super’ dalam wujud seorang bayi, yang kelak dapat membantu proses ‘penyembuhan’ dan evolusi bumi.”

3. Menata ruhani
Selain tubuh dan pikiran yang ditata, menurut Darmawan B. Suleiman, mind therapist, life transformation, dan well-being coach, serta pendiri House of Alpha Mind, pasangan yang mengharapkan memperoleh bayi berkualitas unggul, juga harus melakukan persiapan secara ruhani. Pasangan tersebut terlebih dahulu harus memahami makna dari cinta sejati atau true love! Yakni, cinta yang selalu terhubung kepada Yang Maha Menciptakan. “Anda dan pasangan harus meningkatkan kematangan cinta dan kasih sayang dalam pemahaman secara spiritual dengan penuh kesadaran. Sehingga Anda menyadari bahwa sebagai orang tua Anda dan pasangan adalah wakil yang dititipi amanah dari Tuhan, dan Anda mampu merawat, membimbing, dan membesarkan ‘hadiah dari surga’ yang diberikan kepada Anda, dengan kualitas cinta Ilahi. Mulai dari proses ‘penciptaan’ yang sakral, hingga terjadi kehamilan. Sejak sebelum dan selama proses tersebut berlangsung, Anda berdua harus menjalankan laku spiritual yang benar.”

Lebih lanjut, cucu dari Ki Hajar Dewantoro yang mendalami sekaligus mengajar life reprogramming dan Divine meditation ini menjelaskan tentang makna laku spiritual yang benar. “Pasangan tersebut perlu memiliki kesadaran Ilahi, yaitu jiwa mereka harus selalu terhubung dengan Yang Maha Menciptakan. Sadar bahwa Tuhan hidup di dalam jiwanya setiap detik. Jadi, apa pun yang dilakukan, Tuhan selalu bersamanya.” Untuk membantu menata ruhani agar kesadaran Ilahi selalu terjaga, Anda berdua dapat melakukan aktivitas fisik yang mendukung untuk menyelaraskan tubuh dan jiwa. Contohnya, berdoa, berzikir, dan meditasi. Kegiatan olah kesadaran seperti ini merupakan kegiatan yang berproses di alam bawah sadar dan akan menghasilkan munculnya perasaan rileks dan tenang, sehingga jiwa akan efektif terhubung dengan ruhani. Dengan begitu, diharapkan Anda dan pasangan akan selalu dalam kondisi kesadaran Ilahi pada saat melakukan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari, termasuk pada saat berhubungan intim, sebagai sebuah proses sakral dan suci untuk mendatangkan “hadiah dari surga.”