Persalinan dengan Sesar ataukah normal?

DokterSehat.Com – Banyak yang beranggapan tidak lengkap rasanya menjadi ibu bila persalinan tidak dilakukan secara normal.  Kini, fenomena ini tampaknya sedikit bergeser.  Sebuah survei  menunjukkan bahwa 46% di antara mereka lebih memilih persalinan dengan operasi caesar.  Bagaimana dengan Anda?

doktersehat-usg-kehamilan-hamil-operasi-caesar

Bagaimanapun, melahirkan secara normal adalah cara terbaik.  Proses persalinan alami ini akan memberikan sinyal ke seluruh tubuh untuk melanjutkan perannya dalam proses penyembuhan dan ‘memberi makan’ bayi.  Misalnya saja, kelenjar susu akan segera aktif memproduksi kolostrum dan air susu, rahim akan berkontraksi secara alami untuk kembali ke bentuk tubuh semula, darah kotor akan dikeluarkan, serta hormon perlahan kembali ke kondisi semula.  Selain itu risiko bayi mengalami kesulitan bernapas lebih kecil. Alasannya karena pada saat melalui jalan lahir, janin mengalami tekanan sehingga membantu keluarnya cairan dari paru-paru. Cairan ini yang menjadi penyebab bayi sulit bernapas.  Bayi lebih kebal terhadap alergi dan intoleransi laktosa (alergi laktosa). Alasannya karena adanya paparan bakteri baik pada jalan lahir yang membantu bayi menjadi lebih kuat. Minim risiko, seperti perdarahan yang tidak berlebihan, Biaya persalinannya lebih murah, Proses pemulihan umumnya lebih cepat.  Jika Ibu berencana memiliki anak lagi, maka tidak ada masalah dengan jarak kehamilan berikutnya.
 Namun, Meski kini ada banyak pilihan untuk meredakan rasa nyeri saat persalinan, memang pada persalinan normal yang biasa masih menyisakan trauma nyeri persalinan.  Bagi sebagian Ibu, nyeri ini bisa terasa semakin menyakitkan terutama bila si Ibu tegang.  Selain itu, penyayatan sebagian area vagina di dekat anus yang istilah medisnya ‘episiotomi’ ini, berisiko membuat keelastisitasan vagina saat berhubungan seks menjadi berkurang.

Bagaimana dengan persalinan sesar ? Pembedahan sesar terbagi atas dua jenis. Yaitu, sesar terencana dan sesar emergensi . Sesar terencana dalam arti, beberapa bulan sebelumnya sudah diketahui bahwa bayi akan dilahirkan secara sesar. Alasannya karena keinginan dari pasien atau ada hal-hal yang tidak memungkinkan bayi lahir melalui persalinan normal karena berisiko untuk keselamatan ibu dan bayi, misalnya karena plasenta letaknya tidak normal,bayi sungsang, terlilit tali pusat, dan kondisi khusus lainnya.

Baca Juga:  Wanita Butuh Lebih Banyak Cairan Dibanding Pria

Sedangkan, sesar emergensi atau darurat berarti pembedahan dilakukan setelah sebelumnya sudah ada tanda-tanda dan tahapan akan melahirkan normal tetapi ibu dan atau bayi telah mengalami keadaan buruk dari persalinan. Misalnya, akibat pendarahan, pembukaan yang tidak kunjung membesar, air ketuban pecah, kelelahan, infeksi, dan kondisi darurat lainnya.

Hal berikut adalah keuntungan dan kekurangan persalinan sesar terencana.
Keuntungan Persalinan Seksio Sesarea (sc)

  • Bila indikasi medis membuat persalinan normal menjadi berisiko tinggi, persalinan caesar tentu saja menjadi cara teraman.
  • Tidak mengalami gangguan pada saat hubungan seksual nantinya karena tidka mengalami trauma pada saluran bawah vagina
  • Bayi tidak mengalami stres akibat dari persalinan yang lama. Hal ini bisa terjadi pada persalinan normal, sedangkan persalinan sesar tidak membutuhkan waktu lama. Waktu yang dibutuhkan sekitar 15-30 menit.

Kelemahan Persalinan Seksio Sesarea (sc)

  • Risiko bayi mengalami alergi lebih besar karena tidak mellaui jalan lahir yang memiliki banyak bakteri baik.
  • Risiko bayi kesulitan bernapas setelah lahir akibat adanya cairan pada paru-paru.
  • Bedah sesar merupakan pembedahan besar sehingga memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama disbanding persalinan normal.