Perlukah Minum Vitamin Kehamilan Sebelum Hamil?

Vitamin-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/franchise opportunities

DokterSehat.Com– Saat hamil, Anda harus menjaga kesehatan dengan banyak makan makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Selain dengan makan makanan yang sehat, Anda juga dapat mengonsumsi vitamin kehamilan atau prenatal bahkan sebelum kehamilan.

Photo Credit: Flickr.com/franchise opportunities

Perlukah vitamin kehamilan?

Dilansir dari laman today parents, sebenarnya tidak ada keharusan bagi setiap wanita yang sedang merencanakan program hamil untuk mengonsumsi vitamin prenatal. Namun apabila asupan gizi Anda tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama kehamilan, dokter akan merekomendasikan untuk mengonsumsi vitamin kehamilan.

Manfaat minum vitamin prenatal

Vitamin prenatal umumnya mengandung asam folat, zat besi dan kalsium. Ketiga zat ini memiiki fungsi penting bagi perkembangan janin.

Dilansir dari laman NYTimes, Irva Hertz-Picciotto, PhD dari University of California, menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin prenatal bertujuan untuk menyiapkan kebutuhan nutrisi bagi calon ibu. Selain itu, mengonsumsi vitamin prenatal sebelum kehamilan juga dapat mengurangi risiko bayi menderita autisme dan kelainan genetik.

Selain itu kandungan zat besi dalam vitamin kehamilan berfungsi untuk membantu pertumbuhan sel darah dan otot bagi ibu dan bayi yang dapat mencegah anemia. Sedangkan asam folat berguna untuk mencegah cacat saraf yang berpengaruh pada gangguan otak dan saraf tulang belakang.

Kapan harus minum vitamin prenatal?

Hertz-Picciotto menyarankan bagi ibu hamil untuk mengonsumsi vitamin prenatal mulai 3 bulan sebelum pembuahan hingga satu bulan sesudah kehamilan. Anda disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda mengenai pemakaian vitamin prenatal.

Namun perlu diingat bahwa vitamin ini hanya merupakan pelengkap dari pola makan Anda. Anda tetap membutuhkan asupan gizi yang baik dari makanan sehat dan alami. Beberapa makanan yang baik dikonsumsi saat hamil antara lain sayuran hijau seperti bayam, asparagus, brokoli, kemudian buah-buahan seperti buah bit, jus jeruk, tomat dan pepaya.