Perlukah Kita Melakukan Suntik Botox?

DokterSehat.com – Wajah Anda mulai terlihat berkerut dan mulai terlihat garis halus tanda penuaan? Munculnya keriput disebabkan oleh faktor usia atau penuaan. Faktor-faktor lain yang dapat mempercepat terjadinya penuaan adalah sinar ultraviolet, polusi udara, stres berlebih, dan lain-lain. Banyak orang yang rela dengan cara apapun agar wajah mereka terhindar dari tanda-tanda penuaan. Saat ini ada salah satu prosedur kecantikan yang lagi tren yakni dengan botox.



Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan Botox itu? Botox singkatan dari Botulinum Toxin, merupakan suatu racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum.

Penggunaan botox dalam dunia medis sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, biasanya untuk terapi penderita blepharospasme, strabismus, dan nystagmus. Akan tetapi, dalam bidang kosmetik efek ini dimanfaatkan untuk mengurangi kerutan-kerutan terutama pada daerah wajah. Penggunaan dalam bidang kosmetik sudah dimulai sejak tahun 1990, bertujuan untuk pencegahan dan terapi kerutan pada otot-otot wajah sehingga tampak lebih muda. Botox adalah jenis perawatan yang mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Caranya adalah memasukkan cairan botox ke dalam kulit wajah dengan menggunakan suntikan kecil. Setelah itu, kerutan-kerutan pada wajah akan memudar dan kulit kembali mengencang. Akan tetapi, kondisi ini hanya mampu bertahan beberapa bulan kedepan dan bila digunakan secara berlebihan dapat berdampak negatif bagi tubuh, seperti menimbulkan alergi, pembengkakan kulit, mata sayu, sering buang air kecil, infeksi sinus dan saluran pernapasan.

Berikut ini ada beberapa tips untuk menjaga keremajaan kulit dengan cara-cara alami yang tentunya lebih aman bagi kesehatan, yaitu:

1. Merawat Kulit. Sinar ultraviolet dan polusi udara membuat kulit menjadi lebih cepat keriput. Kita perlu perawatan khusus dengan cara-cara sederhana seperti, rajin membersihkan wajah dengan air, menggunakan masker alami, cream pelembab, atau produk kosmetik lain yang berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit. Penggunaan kosmetik tersebut sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit kita supaya memberikan hasil yang optimal.

2. Olahraga Secara Rutin. Dengan berolahraga, racun pada tubuh akan dikeluarkan melalui pori-pori kulit dalam bentuk keringat. Selain itu, olahraga juga dapat memperlancar sirkulasi darah sehingga distribusi nutrisi dan oksigen pada kulit dapat diserap secara maksimal. Hasilnya, kulit menjadi lebih lentur, kencang, dan tampak bersinar.

Baca Juga:  Berpuasa Sehat dengan Tidur Sehat

3. Jangan Merokok. Kandungan zat berbahaya di dalam rokok bukan hanya merusak fungsi jantung dan paru-paru, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan kulit. Zat nikotin yang masuk ke pembuluh arteri dapat menyumbat aliran oksigen dan nutrisi penting ke seluruh tubuh. Selain itu, bahan kimia yang dilepaskan oleh asap tembakau juga memicu kerusakan kolagen dan elastin, yang merupakan zat penting dalam menjaga keremajaan kulit.

4. Mengkonsumsi Antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas pada kulit. Radikal bebas dengan jumlah berlebih dapat merusak sel dan memicu terjadinya penuaan dini. Oleh karena itu, konsumsi makanan kaya antioksidan dipercaya dapat mengurangi kerutan dan garis-garis halus pada kulit. Tingginya kandungan antioksidan bisa kita peroleh dari teh hijau, ikan, cokelat, kacang-kacangan, dan kelompok buah berry (strawberry, blueberry, cranberry).

5. Mengkonsumsi vitamin C. Vitamin C berperan dalam membantu proses pembentukan kolagen dan elastin, sehingga kulit tampak lebih muda dan elastis. Kandungan vitamin C yang tinggi bisa kita dapatkan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran, seperti jambu merah, kiwi, jeruk, pepaya, lengkeng, tomat, brokoli, kubis, kembang kol, dan cabai.

6. Mengurangi Asupan Gula. Kandungan gula pada makanan dan minuman dapat menyebabkan munculnya molekul AGEs (Advanced Glycation End Products). Molekul ini dapat merusak antioksidan, kolagen dan elastin sehingga mempercepat proses penuaan.

7. Hindari Stres. Stres yang berlebihan bisa mempercepat munculnya kerutan pada wajah. Oleh karena itu, lakukanlah kegiatan-kegiatan yang dapat mengurangi stres, misalnya mendengarkan musik, menonton film, jalan-jalan, dan berbagai kegiatan menyenangkan lainnya.

8. Tidur yang Cukup.
Tidur minimal 8 jam dalam satu hari. Apabila kurang dari 8 jam, maka produksi hormon kortisol dalam aliran darah akan meningkat sebanyak 50%. Hormon kortisol yang berlebihan, berdampak negatif bagi tubuh. Salah satunya adalah meningkatkan stres yang dapat memicu terjadinya penuaan dini. Inilah tips menjaga keremajaan kulit dengan cara alami, semoga bermanfaat.