Perlemakan Hati Bisa Picu Kanker

DokterSehat.Com – Kini Anda harus waspada terhadap perlemakan  hati. Perlemakan hati adalah adanya pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati. Ini sangat umum dijumpai pada orang yang mengalami kegemukan, dan banyak di jumpai pada umur diatas 30 tahun.

doktersehat-stomach-perut-kembung-gendut-diabetes-obesitas-sindrom-metabolik

Pada kondisi ini, hati mengandung lemak yang berlebihan dan sebagian jaringan normal hati diganti dengan lemak yang tidak sehat. Dalam hal ini, sel-sel hati dan ruang di hati diisi dengan lemak sehingga hati menjadi sedikit membesar dan lebih berat. Hati menjadi berminyak dan berwarna kekuningan. Kondisi ini membuat keluhan yang tidak enak di daerah organ hati, yang terasa di bagian perut kanan atas. Mungkin juga di dalam hati terdapat batu empedu, yang tersusun dari kolesterol dan garam empedu. Kelebihan lemak di hati ini bisa dilihat dengan USG. Mungkin juga pada kondisi ini terjadi peningkatan enzim hati. Disfungsi hati sangat sering terjadi dan merupakan masalah yang terus meningkat.

Hati yang sehat berwarna agak kemerah-merahan dan memiliki tekstur yang seragam. Pada dasarnya hati memiliki ruangan yang dipenuhi dengan warna merah ke merah muda karena mereka dipenuhi dengan darah. Barisan dari sel hati membentuk dinding ruangan tersebut. Selama darah mengalir sepanjang ruangan ini, sel-sel hati dapat membersihkan racun, sel-sel mati, mikroorganisme dan lemak dari aliran darah. Inilah alasan mengapa hati sebagai penyaring dan pembersih aliran darah. Jika ruangan pada hati dan sel-sel hati ini dipenuhi oleh lemak, maka hati tidak mampu menyaring dan membersihkan aliran darah secara efesien dan aliran darah menjadi penuh dengan racun dan lemak. Oleh karena itu jalan yang terbaik adalah mengatasi masalah ini, jika tidak fungsi hati yang terus lemah akan memicu terjadinya masalah lebih lanjut seperti kondisi auto imun dan diabetes tipe 2.

Baca Juga:  Tahu Berdampak Buruk Bagi Otak

Beberapa kasus yang dilaporkan mengaitkan perlemakan hati dengan kanker hati yang bukan disebabkan oleh alkohol. Menurut C Rinaldi A Lesmana, dokter ahli gastroenterohepatologi, sebagian besar kasus kanker hati disebabkan oleh infeksi Hepatitis B dan C.

Penelitian di RSUPN Cipto Mangunkusumo yang dipublikasikan tahun 2009 menunjukkan, dari 99 pasien kanker hati, 47 persen penyebabnya Hepatitis B, 17 persen Hepatitis C, dan 34 persen tak ditemukan virus.

”Dari profil penderita yang tanpa virus, umumnya diabetes, obesitas, dan dislipidemia (kelainan metabolisme lemak). Kalau dulu kanker hati identik Hepatitis B dan C, penyebab terbesar kedua justru bukan virus. Ini harus diwaspadai,” ujarnya.

Faktor obesitas
Obesitas punya peran terbesar (primer) meski tak semua penderita perlemakan hati mengalami obesitas. Lemak hati dapat terbentuk karena faktor sekunder, seperti infeksi virus hepatitis, HIV, racun, atau penggunaan obat tertentu. Lemak hati banyak diderita orang dengan obesitas sentral (kegemukan sekitar perut).

Setidaknya ada dua kemungkinan. Pada sebagian besar penderita perlemakan hati, fungsi hatinya normal dan stabil. Sebagian lain ada peradangan hati. Mereka yang alami peradangan ada yang berujung sirosis dan fibrosis. Sirosis dapat berkembang menjadi kanker. ”Belum ada petanda (marker) yang memprediksi tepat arah perkembangan perlemakan hati. Genetik memegang peranan,” kata Rinaldi.

Ada penderita kanker tanpa proses sirosis hati. Untuk mengetahui kondisi hati pada orang dengan perlemakan hati dan termasuk berisiko tinggi, seperti obesitas dan diabetes, prosedur terbaik ialah biopsi pada hati.

Menurut dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi dari FKUI/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, diet mengurangi lemak hati prinsipnya mengatasi obesitas. Kurangi konsumsi lemak jenuh yang, antara lain, pada minyak kelapa dan lemak hewani, termasuk daging. Sebaliknya, tambah omega-3, di antaranya dari ikan tuna, salmon, dan kembung.