Perhatikan Ini jika Ingin Cepat Hamil

Doktersehat.com – Memiliki anak yang sehat merupakan impian setiap orang tua. Untuk mendapatkan keturunan yang sehat sebaiknya perhatikan kehamilan sejak dini. Menurut Nancy Eriksen, MD, dari bagian kesehatan ibu dan janin di University of Texas “Kebanyakan perempuan bahkan tidak menyadari mereka hamil sampai berminggu-minggu pertama berlalu, padahal organ-organ bayi sudah mulai terbentuk,” seperti dikutip dari Health24, Sabtu (13/10/2012)

Nancy menuturkan pemeriksaan sebelum hamil (prakonsepsi) mutlak sangat penting, terutama pada orang yang memiliki riwayat melahirkan anak dengan gangguan atau cacat, atau jika memiliki masalah medis tertentu. Jika ingin memiliki anak yang sehat, tak ada salahnya memperhatikan hal-hal berikut ini sebelum hamil, yaitu:

1. Jaga berat badan
Memiliki berat badan berlebih ketika hamil bisa meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Untuk itu usahakan menjaga berat badan agar tidak terlalu berlebihan sehingga mengurangi risiko berbagai komplikasi.

2. Hindari obat-obatan berbahaya
Beberapa obat resep seperti antibiotik tetrasiklin, pengencer darah, obat anti kejang dan ACE inhibitor bisa membahayakan janin. Karenanya jika sudah merencanakan kehamilan, perhatikan obat yang dikonsumsi.

3. Persiapkan risiko yang mungkin dialami bayi
Risiko yang mungkin dimiliki bayi bisa dipengaruhi oleh kondisi kedua orangtuanya. Diharapkan pasangan melakukan skrining genetik untuk mencegah timbulnya penyakit tertentu.

4. Cari suplemen yang tepat
Vitamin yang tepat sangat penting untuk menunjang kehamilan yang sehat. Vitamin prenatal sebaiknya mengandung 400 mikrogram asam folat (untuk mencegah cacat lahir spinda bifida). Ini karena asam folat sangat penting dalam perkembangan janin di awal-awal pembuahan.

5. Vaksinasi untuk cegah penyakit
Beberapa vaksinasi bisa dilakukan 3 bulan sebelum hamil untuk memberikan perlindungan pada bayi, misalnya vaksin campak, gondok, tetanus, polio, rubella dan hepatitis B.

6. Risiko kesehatan diri sendiri
Jika memiliki tekanan darah tinggi atau diabetes, maka perlu pemeriksaan lebih intens karena kondisi ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Kondisi lain yang harus dimonitor adalah penyakit jantung, asma, lupus dan epilepsi. Konsultasikan dengan dokter kebidanan untuk melakukan tindakan pencegahan.

Dari berbagai sumber