Perhatikan Ini Agar Kandungan Gizi Minyak Tidak Hilang

memasak-doktersehat
Photo Credit: flickr/ Haldean Brown

DokterSehat.Com– Kita tentu tahu bahwa asupan minyak yang tepat jumlah dan jenisnya akan mendukung kesehatan yang baik. Tidak heran jika kini berbagai jenis minyak mulai dipilih untuk memperoleh gizi yang lebih baik dari minyak. Namun ternyata agar manfaatnya lebih maksimal, cara penggunaan minyak juga berpengaruh lho.

Secara umum ada dua jenis minyak yang kita gunakan untuk konsumsi, yaitu minyak dari sumber hewani, misalnya minyak dari susu atau daging dan minyak sumber nabati seperti minyak kelapa, minyak zaitun dan minyak biji-bijian lainnya.

Jika dilihat dari kandungan gizinya, maka minyak yang sehat adalah yang banyak mengandung monounsaturated dan polyunsaturated fat (MUFA dan PUFA), yang terdapat pada minyak nabati. Minyak jenis ini mampu mengurangi risiko penyakit jantung.

Namun, tidak semua kandungan gizi yang ada pada minyak nabati bisa langsung kita rasakan. Ada hal yang sangat memengaruhi penyerapan zat gizi pada minyak tersebut yaitu proses pemasakan.

Menurut Vesanto Melina, dietitian dari The Vegetarian Healt Institute, masing-masing jenis minyak memiliki smoke point of oils atau titik suhu dimana suatu jenis minyak mulai mengeluarkan asap saat dimasak.

Jika sudah mencapai titik suhu tersebut, kandungan gizi minyak akan rusak dan manfaatnya tidak bisa lagi kita rasakan.

Minyak lazimnya kita gunakan untuk menggoreng sehingga kita harus memerhatikan berapa smoke point dari masing-masing jenis minyak yang kita gunakan agar pemanasannya sesuai dan kandungan gizinya tidak hilang.

Penggunaan minyak yang sesuai dengan smoke point-nya akan membuat manfaat minyak tersebut bisa kita rasakan dengan maksimal.

Menurut Katherin Zeratsky, dietitian dari Mayo CLinic, jenis minyak yang cocok untuk pemasakan suhu tinggi, seperti menggoreng, adalah minyak jagung, minyak kedalai dan minyak wijen. Sedangkan minyak yang cocok untuk pemasakan suhu sedang, seperti menumis, adalah minyak zaitun atau minyak canola.

Penggunaan minyak dengan smoke point yang rendah sepeerti minyak kacang walnut, hanya bisa kita gunakan untuk campuran/dressing salad.

Jadi bukan berarti dengan menggunakan minyak dari tanaman, yang terbukti lebih sehat, lalu kita bisa mengolahnya untuk semua metode memasak ya, perhatikan dulu smoke point-nya.