Perceraian Ternyata Bisa Memberikan Dampak Buruk Bagi Kesehatan

DokterSehat.Com – Belakangan ini berita perceraian antara Angelina Jolie dan Brad Pitt banyak dikabarkan oleh berbagai media internasional dan nasional. Berita ini begitu mengejutkan karena pasangan ini sebelumnya terlihat harmonis dan tidak memiliki masalah apapun. Perceraian memang menjadi hal yang cenderung wajar di kalangan selebritas. Namun, tidak begitu adanya di kalangan masyarakat biasa. Andai tidak ada konflik yang luar biasa atau berbagai masalah lainnya layaknya kekerasan dalam rumah tangga, komunikasi yang buruk, atau bahkan karena kekurangpuasan dalam hal seksualitas, maka perceraian tergolong jarang terjadi.

doktersehat-couple-pasangan-masalah-klamidia

Sebuah peneliitan yang dilakukan di Vienna University menyebutkan jika seseorang yang bertahan dalam hubungan yang tidak harmonis akan mengalami hidup yang kurang bahagia sehingga beresiko tinggi untuk mendapatkan depresi atau bahkan melakukan bunuh diri. Namun, bukan berarti perceraian bisa menjadi jawaban untuk mengatasi masalah kejiwaaan ini. Ada dampak buruk kesehatan baik itu yang berupa dampak fisik maupun mental yang terjadi pada mereka yang mengalami perceraian. Pakar kesehatan menyebutkan jika pasangan yang bercerai bisa mengalami sindrom stress yang disertai dengan gejala mudah panik, nyeri yang tak tertahankan, atau bahkan insomnia.

Seorang pakar terapi keluarga bernama Charlotte Friedman menunjukkan bahwa 60 persen dari pasangan yang akhirnya bercerai ternyata mengalami berbagai masalah kesehatan layaknya eksim, otot yang mudah tegang, dan juga migraine. Selain itu, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Australian National University Center for Mental Health and Research pada tahun 2014 menunjukkan fakta mengejutkan dimana mereka yang baru saja bercerai akan memiliki resiko melakukan bunuh diri sangatlah tinggi, yakni tiga kali lebih beresiko.

Dengan adanya fakta-fakta ini, kita menjadi lebih tahu bahwa perceraian ternyata adalah masa yang sangat sulit dan membuat banyak orang mengalami masalah kejiwaan yang cukup berat.