Berkemih Terlalu Sering – Perawatan Medis

Perawatan untuk buang air kecil yang terlalu sering tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

doktersehat-konsultasi-sinus

  • Infeksi saluran kemih: Dokter akan meresepkan antibiotik. Pasien dianjurkan minum banyak cairan.
  • Diabetes: Ketika kadar gula darah menjadi sangat tinggi, sering buang air kecil sering salah satu gejala pertama. Pengobatan untuk sering buang air kecil pada penderita diabetes adalah dengan menjaga kadar gula darah.
  • Konsumsi obat diuretik: Tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda boleh mengkonsumsi diuretik di pagi hari, atau dengan frekuensi yang lebih sedikit karena konsumsi obat ini di malam hari menyebabkan buang air kecil di malam hari lebih sering (nokturia).
  • Masalah prostat: Masalah dengan prostat biasanya diobati oleh spesialis yang disebut ahli urologi. Ada dua jenis umum obat yang diresepkan untuk pembesaran prostat: 5-ARIs (inhibitor 5-alfa-reduktase), yang mengurangi kadar hormon yang menyebabkan prostat, dan alpha blocker, yang merelakssikan sel-sel otot polos, termasuk kandung kemih. Operasi juga dapat dipertimbangkan untuk mengobati masalah prostat.
  • Kehamilan: Sering buang air kecil sering menyertai kondisi kehamilan. Mungkin tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengurangi frekuensi berkemih, terutama ketika sedang kehamilan. Kurangi konsumsi cairan diuretik yang mengandung kafein, seperti teh, soda atau kopi, namun, tidak mengurangi asupan cairan secara keseluruhan, karena penting untuk tetap terhidrasi saat hamil. Mengkonsumsi sebagian cairan pada siang hari untuk mengurangi kebutuhan cairan di malam hari sehingga mengurangi frekuensi berkemih di malam hari. Ketika berkemih, ibu hamil dapat terbantu untuk sedikit bersandar ke depan sehingga kandung kemih benar-benar kosong.
  • Sistisis interstitial: Kondisi ini biasanya memerlukan pengobatan oleh seorang urolog yang mengkhususkan diri dalam bidang sistisis interstitial. Ini dapat diobati secara medis dengan obat, termasuk obat pentosan polysulfate natrium (Elmiron), antidepresan trisiklik, obat anti nyeri atau antihistamin. Perawatan bedah mungkin diperlukan.
  • Stroke atau penyakit neurologis lainnya: Tergantung pada penyebabnya, kencing yang terlalu sering dapat diobati dengan obat-obatan atau terapi perilaku, seperti latihan kandung kemih.
  • Kanker kandung kemih: Pengobatan untuk kanker kandung kemih harus diarahkan oleh seorang ahli urologi. Ini mungkin melibatkan operasi, kemoterapi dan radiasi.
  • Sindrom bladder-overactive: pengobatan lini pertama untuk sindrom ini biasanya melibatkan latihan kandung kemih (lihat di bawah). Pengobatan juga dapat mencakup obat-obatan seperti tolterodin (Detrol LA), oxybutynin oral (Ditropan), darifenacin (Enablex), transdermal oxybutynin (Oxytrol), trospium (Sanctura XR), solifenacin (VESIcare), mirabegron (Myrbetriq), atau onabotulinumtoxin-A (Botox ). Perawatan yang melibatkan stimulasi saraf mencakup stimulasi perkutan tibialis saraf (PTN) dan stimulasi saraf sakrum (SNS).
  • Pemanis buatan, alkohol, kafein dan makanan lain: Hindari makanan dan minuman yang mengiritasi kandung kemih Anda atau yang bertindak sebagai diuretik.