Disleksia – Peran Profesional Kesehatan dan Intervensi

Karena disleksia adalah kelainan neurologis yang kompleks, ada peran untuk dokter dalam perawatan anak-anak dengan disleksia, walaupun perawatan terutama bersifat edukatif.

disleksia-doktersehat

Dokter dapat melakukan tes pemeriksaan fisik dan tes skrining, seperti pemeriksaan dan pengujian pendengaran, untuk mengurangi defisit yang berkontribusi.

Dokter juga berfungsi penting dalam mengidentifikasi kondisi neurologis seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), baik dengan skrining atau rujukan ke subspesialisasi seperti psikiater, neurologis, atau dokter anak tumbuh-kembang. Jika ADHD didiagnosis, dokter memainkan peran penting dalam meresepkan obat untuk membantu mengatasi gejala ADHD, dan dengan demikian berkontribusi pada perilaku  keseluruhan anak di sekolah.

Beberapa dokter anak terlibat dalam program Reach Out and Read © nasional di Amerika Serikat, dimana buku-buku belajar membaca tersedia bagi anak-anak yang sedang kontrol rutin kesehatan atau berada dalam kondisi kesulitan membaca.

Harus diingat bahwa tidak ada tes darah atau tes pemindaian otak untuk disleksia.

Intervensi
Meskipun disleksia adalah gangguan neurologis seumur hidup yang tidak dapat bertambah parah, ada banyak strategi berbeda yang dapat digunakan, terutama di awal kehidupan akademis untuk membantu individu-individu ini.

Fokus awal (sebelum kelas lima dan enam) adalah pada “remediasi”. Ini berarti bahwa strategi dipekerjakan untuk membantu anak dalam belajar memperbaiki defisit di bidang kecacatan tertentu, misalnya membaca kata, membaca pemahaman, atau kecepatan membaca. Seorang anak perlu diinstruksikan untuk mengenali suara huruf, bagaimana mengidentifikasi huruf, dan berkorelasi dengan suara tersebut. Kemudian, fokus dibangun pada membaca kata per kata dengan kemampuan untuk memadukan suara menjadi kata-kata dan memecah kata menjadi suara komponen.

Secara bertahap, seorang anak diajarkan untuk fokus pada isi bahan bacaan, tidak hanya berfokus pada kata-kata individual, tapi bagaimana mencari bagian yang menyampaikan makna untuk pemahaman. Strategi “pembacaan lisan terpadu” memberikan umpan balik kepada anak untuk mengidentifikasi area kesalahan, dan mengajarkan cara alternatif untuk mengatasi tugas yang ada.

Strategi yang populer dan diteliti dengan baik adalah “pembelajaran multi indra” yang terdiri dari strategi pendengaran, visual, dan kadang-kadang taktil untuk membantu anak dalam mengenali dan mempertahankan materi tertulis untuk menyampaikan makna. Materi disusun mengikuti pola pembelajaran logis berurutan, yang dibangun berdasarkan keterampilan yang sebelumnya diperoleh. Hal ini sering dilakukan dengan instruksi langsung dari seorang profesional pendidikan khusus terlatih, yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Beberapa contohnya adalah metode Orton-Gillingham; dan variasinya termasuk Metode Slingerland, Metode Spalding, Metode Herman, program membaca Wilson, dan beberapa lainnya. Strategi ini dipahami dengan baik dan digunakan oleh guru pendidikan khusus dan beberapa guru pendidikan reguler. Tidak ada strategi yang sempurna, dan masing-masing harus disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan individu anak. Tidak ada perbandingan langsung yang menunjukkan bahwa satu metode lebih disukai daripada yang lain.

Keuntungan dari deteksi dini dan remediasi adalah bahwa ia menyediakan penderita disleksia untuk dapat mengkompensasi defisit dan mempelajari strategi yang tepat untuk diterapkan pada pembelajaran. Ini membantu mengurangi frustrasi dan masalah emosional lainnya. Anak-anak perlu dipantau bahkan setelah intervensi yang tepat dilakukan untuk memastikan bahwa mereka terus memperoleh keuntungan dalam pembelajaran mereka. Ini harus dilakukan secara berkala oleh guru dan keluarga, tapi juga oleh review formal oleh tim pendidikan khusus sekolah setidaknya setiap tahunnya. Ini akan membantu menentukan apakah strategi yang digunakan memudahkan anak mengikuti proses di lingkungan belajar. Jika tidak, teknik tambahan atau eksplorasi kemungkinan penyebab masalah lainnya perlu ditangani.

Disleksia – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7