Peran Nevirapine dalam Memerangi HIV

DokterSehat.com- Human Immunodeficiency Virus atau HIV adalah virus penyebab penyakit AIDS yang dikenal sebagai penyakit mematikan, yang hampir setiap detik menyebabkan kematian orang di dunia. Virus ini menyebabkan sistem kegagalan pada sistem imun tubuh. Namun orang yang terkena  infeksi virus ini belum tentu menderita AIDS. Virus ini hanya akan berkembang dalam waktu yang lama bahkan bertahun-tahun hingga menyebabkan AIDS. Maka dari dibutuhkan obat untuk mengendalikan infeski HIV.



Saat ini telah ditemukan obat yang dikenal dengan nama Nevirapine, yaitu obat untuk membantu mengurangi jumlah HIV dalam tubuh agar sistem kekebalan tubuh dapat bekerja dengan lebih baik. Adanya obat ini dapat menurunkan resiko komplikasi HIV dan meningkatkan kualitas hidup.

Nevirapine merupakan jenis obat sebagai Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI). Jadi obat ini akan menghambat enzim reverse transcriptase. Enzim inilah yang akan mengubah unsur genetis (RNA) HIV menjadikannya bentuk DNA. Perubahan ini harus terjadi sebelum kode genetik HIV dapat dimasukkan ke dalam kode sel yang terinfeksi HIV. Sehingga fungsi dari Nerapine bukanlah sebagai obat melainkan hanya untuk mengurangi resiko penyebaran penyakit HIV pada orang lain, misalnya penularan dari ibu ke bayi. Meski begitu tetap dibutuhkan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya.

Perlu diingat bahwa Nevirapine bukanlah obat untuk mencegah infeksi HIV setelah paparan langsung yang disengaja, misalnya suntikan, darah atau kontak cairan tubuh. Ada jenis obat lain yang khusus untuk menangani hal tersebut.

Nevirapine berbentuk pil yang berisi 200mg. Pada orang dewasa dosis yang dianjurkan adalah 200 mg per hari untuk dua minggu pada awalnya, kemudian ditambahkan menjadi 400 mg. Hal ini sangat perlu diperhatikan untuk menghindari efek samping yang berat. Maka dari itu konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk pemakaian Nevirapine. Hal ini dikarenakan ada beberapa efek samping yang dapat terjadi antara lain sakit kepala, darah tinggi, badan terasa tidak enak, ruam kulit, hingga yang paling berat adalah kerusakan hati. Namun efek baik yang didapat adalah peningkatan kolesterol baik atau HDL.