Apa Saja Penyebab Vertigo saat Hamil?

DokterSehat.Com– Mom, pernahkah Anda mengalami tubuh merasa limbung, pandangan sekitar tampak berputar dan melayang-layang? Kondisi ini disebut vertigo dan kadang diiringi mual atau muntah. Pada ibu hamil, kondisi vertigo dapat membuat Anda merasa seolah terjatuh dan pusing.

Apa itu vertigo?

Vertigo sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang bisa terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Vertigo disebabkan oleh adanya gangguan keseimbangan pada pusat keseimbangan di dalam telinga.

Saat kepala Anda bergerak, bagian telinga dalam akan memberi tahu di mana posisi kepala dan mengirinkan sinyal ke otak untuk menjaga keseimbangan. Ketika terjadi perubahan posisi kepala secara tiba-tiba, kristal karbonat yang berada di dalam telinga akan masuk dalam telinga yang berisi cairan keseimbangan.

Kristal tersebut merangsang gerakan cairan yang tidak normal dan diterima tubuh sebagai gerakan yang berputar-putar. Gerakan inilah yang membuat orang yang mengalaminya terasa limbung dan hampir jatuh.

Penyebab vertigo saat hamil

Pada ibu hamil vertigo dapat disebabkan oleh beberapa hal di antaranya:

1. Perubahan posisi secara tiba-tiba

Perubahan posisi seperti bangun dari tidur secara tiba-tiba, mendongakkan kepala atau dari tegak ke menunduk tiba-tiba juga dapat menyebabkan vertigo.

Untuk mengatasinya, sebaiknya bergeraklah secara perlahan-lahan. Jika saat bangkit dari duduk dan tidur Anda merasa tubuh Anda bergoyang, maka segeralah duduk atau berbaring lagi untuk menghindari jatuh.

2. Perubahan hormon

Peningkatan hormon progesteron yang tinggi juga dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan meningkatkan aliran darah ke bayi. Sementara itu aliran darah melambat sehingga tekanan darah berkurang dan aliran darah ke otak menurun. Kondisi inilah yang menyebabkan kepala Anda terasa berputar-putar.

Setelah kondisi Anda cukup stabil, sebaiknya perbanyak minum air putih agar tidak kekurangan cairan dan oksigen. Jika vertigo saat hamil berlangsung lama dan cukup sering kambuh, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan.