Penyebab Vaginitis Dan Cara Mengatasinya

Dokter Sehat – Vaginitis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan rasa gatal atau terbakar pada vagina, yang disertai oleh sekret vagina dengan warna atau bau yang abnormal karena ada peradangan pada vagina. Ada 6 tipe yang berbeda dari vaginitis tergantung dari penyebabnya, vaginosis bakterialis disebabkan karena ketidak seimbangan bakteri normal di dalam vagina akibat merokok, penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim dan penggunaan penyemprot vagina. Keadaan ini menyebabkan sekret vagina berwarna putih-keabuan berbau amis. Vaginitis atropikans disebabkan oleh penurunan hormon estrogen wanita setelah menaopause yang membuat lapisan vagina menjadi tipis dan kering, sehingga menjadi rentan terhadap iritasi.

14

Gejala yang paling sering ditemukan adalah keluarnya cairan abnormal dari vagina, dikatakan abnormal jika jumlahnya sangat banyak, baunya menyengat atau disertai gatal-gatal dan nyeri. Cairan yang abnormal sering tampak lebih kental dibandingkan cairan yang normal dan warnanya bermacam-macam, misalnya bisa seperti keju, atau kuning kehijauan atau kemerahan.
Jika cairan yang keluar dari vagina normal, kadang pembilasan dengan air bisa membantu mengurangi jumlah cairan. Cairan vagina akibat vaginitis perlu diobati secara khusus sesuai dengan penyebabnya.

Jika penyebabnya adalah infeksi, diberikan antibiotik, anti-jamur atau anti-virus, tergantung kepada organisme penyebabnya. Untuk mengendalikan gejalanya bisa dilakukan pembilasan vagina dengan campuran cuka dan air, tetapi pembilasan ini tidak boleh dilakukan terlalu lama dan terlalu sering karena bisa meningkatkan resiko terjadinya peradangan panggul. Jika akibat infeksi labia (lipatan kulit di sekitar vagina dan uretra) menjadi menempel satu sama lain, bisa dioleskan krim estrogen selama 7-10 hari.

Selain antibiotik, untuk infeksi bakteri juga diberikan jeli asam propionat agar cairan vagina lebih asam sehingga mengurangi pertumbuhan bakteri. Pada infeksi menular seksual, untuk mencegah berulangnya infeksi, kedua pasangan seksual diobati pada saat yang sama. Penipisan lapisan vagina pasca menopause diatasi dengan terapi sulih estrogen. Estrogen bisa diberikan dalam bentuk tablet, plester kulit maupun krim yang dioleskan langsung ke vulva dan vagina.