Trombositopenia – Penyebab: Peningkatan Kerusakan Platelet

Penyebab trombositopenia dapat dibagi menjadi tiga kategori:

doktersehat-Ehrlichiosis-bakteri-kutu-sel-darah

  1. Gangguan produksi,
  2. Meningkatnya penghancuran atau konsumsi, dan
  3. Sekuestrasi limpa.

Penyebab utama di masing-masing kategori diuraikan di bawah ini, walaupun ada penyebab kurang umum lainnya dari jumlah trombosit rendah yang tidak disebutkan dalam artikel ini.

Meningkatnya kerusakan platelet
Peningkatan kerusakan platelet dapat menyebabkan trombositopenia oleh mekanisme imunologis dan non-imunologis.

Penyebab imunologis trombositopenia dapat disebabkan oleh:

  • Obat-obatan tertentu, misalnya antibiotik sulfonamida, karbamazepin (Tegretol, Tegretol XR, Equetro, Carbatrol), digoksin (Lanoxin), kuinin (Quinerva, Quinite, QM-260), quinidin, Quinidin, asetaminofen/ paracetamol, dan rifampisin;
  • Reaksi transfusi; dan
  • Kondisi rheumatologis (lupus eritematosus sistemik atau SLE).

Idiopatik thrombocytopenic purpura (ITP) adalah trombositopenia imunologis dimana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang platelet di sirkulasi (gangguan autoimun). ITP biasanya kronis (lama) pada orang dewasa dan akut pada anak-anak.

Heparin-induced thrombocytopenia (HIT) adalah penghancuran platelet oleh imun yang dimediasi oleh penggunaan heparin (obat pengencer darah) dan obat-obatan terkaitnya (heparin dengan berat molekul rendah, yang disebut enoxaparin [Lovenox]).

Penyebab kerusakan platelet non-imunologis meliputi:
Infeksi atau sepsis parah, permukaan pembuluh darah tidak beraturan (vaskulitis, katup jantung tiruan), atau, jarang, koagulasi intravaskular diseminata atau DIC (komplikasi serius dari infeksi yang luar biasa, trauma, luka bakar, atau kehamilan).

Penyebab non-imunologis lain dari trombositopenia adalah dua kondisi langka lainnya, namun terkait, yaitu hemolytic uremic syndrome (HUS) dan thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP). Ini mungkin disebabkan oleh beberapa penyakit virus, kanker metastasis, kehamilan, atau kemoterapi. Manifestasi klinis lain dari kondisi ini adalah anemia hemolitik, gagal ginjal, kebingungan, dan demam. HUS umumnya terkait dengan diare menular pada anak-anak yang disebabkan oleh bakteri escherichia coli (E. coli O157: H7).

Baca Juga:  Kompleks Tuberous Sclerosis - Diagnosis

HELLP adalah istilah untuk sindrom yang terlihat pada wanita hamil yang menyebabkan anemia hemolitik (sel darah merah pecah), peningkatan enzim hati, dan jumlah trombosit rendah.