Penyebab Rambut Anak Kutuan

DokterSehat.Com – Anak Anda sering garuk-garuk kepala atau menarik-narik rambutnya? Jangan dianggap biasa karena itu bisa pertanda rambut anak kutuan. Memang, kutu rambut tidak menyebabkan penyakit atau berbahaya ketika bersemayam di kepala anak. Namun, kutu tetap bisa menular dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Misalnya, kepala anak menjadi gatal.

9486501605_5508894a60_k

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 12 juta anak mengalami rambut kutuan setiap tahunnya. Mereka yang paling berisiko yakni anak usia 3-10 tahun. Sebab, di usia itu anak dalam masa sering melakukan kontak yang dekat dengan orang dewasa di sekitarnya, atau teman-temannya.

Anak bisa menulari atau tertular kutu ketika mereka bermain bersama teman, berolahraga di lapangan, bahkan ketika berkumpul di ruang ganti atau kelas senam. Sehingga, bisa dikatakan sekolah merupakan salah satu sumber terbesar penularan kutu, tutur Claire Robert, CEO Lice Clinics of America.

Dikutip dari Fox News pada Selasa (3/11/2015), Robert mengatakan anggapan masyarakat bahwa kondisi rambut kutuan berhubungan dengan kebersihan yang buruk masih keliru. Padahal, bagaimanapun, kutu adalah parasit yang butuh darah manusia untuk bertahan hidup dan ia bisa ditularkan dari satu kepala ke kepala lain.

Robert menjelaskan, telur kutu tidak menular. Justru, kutu dewasa yang aktiflah yang menular. Setelah telur kutu berada di dekat kulit kepala, mereka butuh waktu 7-10 hari untuk menetas. Jika dibiarkan saja, bayi kutu atau nimfa akan menjadi kutu dewasa dalam waktu 1-2 minggu.

Meski Anda bisa melihat telur kutu, kutu sendiri tidak bisa terlihat jika kasusnya tidak parah. Pada anak, sebagian merasa tidak gatal ketika rambut mereka kutuan karena mereka tidak alergi terhadap air liur kutu yang bisa menyebabkan gatal, tutur Stacey Pomerantz, pemiliki Fairy LiceMothers di Texas.

Baca Juga:  Kenali 4 Tanda Kebiasaan Masturbasi Anda Sudah Berlebihan

Untuk mencegah rambut anak berkutu, Robert menyarankan orang tua untuk selalu waspada dengan rutin mengecek kondisi rambut putra-putrinya. Di waktu mandi atau saat berpakaian, sisir rambut anak dengan sisir khusus kutu. Ketika rambut anak diketahui berkutu, Anda bisa menggunakan beberapa obat yang disarankan.

Untuk memastikan kutu sudah hilang, sisir rambut anak selama dua minggu rutin setelah pengobatan dilakukan. Guna menghindari penularan ke anggota keluarga, Anda bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan karpet, sofa, atau kursi mobil. Selain itu, keringkan bantal, selimut, boneka, dan topi dengan suhu tinggi selama 30 menit. Sebab, kutu bisa mati pada suhu panas atau dingin yang ekstrem.

Cuci dan rebus sisir, jepit rambut, atau sisir khusus kutu. Hal yang tak kalah penting, ketika anak Anda kutuan, jangan sungkan untuk memberi tahunya ke orang laun guna menghindari penularan. Selain memang Anda harus segera mengobatinya, tutur Pomerantz.

BACA JUGA : Tumor Jantung Dan Pengobatanya