Perdarahan Vagina – Menopause, Organ Reproduksi, dan Obat

doktersehat-stres-picu-demensia

Penyebab lain perdarahan vagina abnormal antara lain:

Perdarahan Vagina dan Menopause

Wanita yang lebih tua yang mendekati menopause mungkin juga mengalami perdarahan disfungsional karena perubahan hormonal yang menyertai peralihan dari usia subur ke masa menopause.

Penyakit organ reproduksi dapat menyebabkan perdarahan vagina

  • Seorang wanita mungkin memiliki peradangan yang yang tidak berbahaya (polip atau lesi) pada alat kelaminnya yang dapat menyebabkan pendarahan.
  • Kanker pada vagina, leher rahim, rahim, dan ovarium dapat menyebabkan perdarahan. Kista ovarium, serviksitis, endometritis, fibroid, infeksi vagina, dan kondisi lainnya juga dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan.
  • Perdarahan vagina adalah perhatian khusus pada wanita yang berusia lebih dari 50 tahun (atau setelah menopause). Risiko kanker meningkat seiring bertambahnya usia. Juga, dinding vagina mungkin kering karena kekurangan estrogen, sehinggga menyebabkan perdarahan selama atau setelah hubungan seksual.

Penyebab lain dari perdarahan vagina abnormal

  • Obat tertentu dapat menyebabkan perdarahan, terutama jika seorang wanita mengonsumsi obat antikoagulan (obat-obatan yang mencegah pembekuan darah).
  • Gangguan perdarahan yang diwariskan (seperti penyakit von Willebrand dan hemofilia) dapat menyebabkan perdarahan vagina yang berlebihan atau berkepanjangan.
  • Trauma juga merupakan penyebab perdarahan. Beberapa jenis IUD dapat menyebabkan periode yang lebih berat. Cedera (trauma pada dinding vagina) dari hubungan seksual bisa menjadi penyebab perdarahan vagina.
Perdarahan Vagina – Halaman Selanjutnya : 1   2   3   4   5   6
ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik