Penyebab Penyakit Jantung Bocor

DokterSehat.Com – Penyakit Jantung Bocor (PJB) adalah kelainan yang terjadi pada struktur jantung yang mengakibatkan terjadinya lubang pada sekat jantung. Ini termasuk kelainan jantung bawaan yang lebih banyak diderita oleh anak-anak, meski dalam beberapa kasus, ada juga orang dewasa yang mengalami kelainan ini.

14

Proses terjadinya Jantung bocor bisa terjadi sejak masa pembuahan mortality wanita yang hamil akan sesuatu. proses pembentukan jantung janin terjadi iB masa less pembuahan (konsepsi), bahkan sebelum si ibu Sadar dirinya tengah hamil. Formasi jantung suami telah sempurna iB perusahaannya masa trimester nuvifone kehamilan. Namun, regular tidak demikian halnya iB bayi yang mengalami jantung bocor.

IB kasus jantung bocor, sirkulasi darah Kotor mengalir ke sirkulasi darah bersih sehingga bayi menjadi biru. Bila terlalu banyak, darah Kotor distributes Ke sirkulasi darah bersih dan memasuki organ-organ seperti otak penting, maka bisa terjadi sesak napas, kejang disertai, kematian bahkan.

Penyebab penyakit jantung bocor regular tidak diketahui secara pasti, namun hal berikut bisa berisiko terkena penyakit jantung bayi bocor bawaan karena ibu menderita hipertensi, terkena sinar rontgen, ataupun polusi sas kimia, menderita sakit campak, ibu merokok atau terkena polusi asap rokok iB Less-Less Kehamilan .

Tanda dan gejala penyakit jantung bocor

Dalam kasus jantung yang bocor, sirkulasi darah kotor mengalir ke sirkulasi darah bersih dan memasuki organ-organ penting seperti otak. Jika ini terjadi bayi akan menjadi biru, sesak napas, kejang-kejang dan apabila terlambat ditangani bisa mengarah pada kematian.

Dalam dunia medis dikenal dua jenis penyakit jantung bawaan, yaitu penyakit jantung bawaan biru (sianotik) dan tidak biru (asianotik). Pada penyakit jantung bawaan biru, tanda tandanya dapat terlihat pada ujung-ujung kuku, lidah dan bibir yang berwarna biru. Sedangkan pada penyakit jantung bawaan tidak biru biasanya tanda tandanya tidak langsung terlihat, namun anak menunjukkan gejala seperti mudah sakit, mudah lelah, berat badan kurang, susah minum susu, dan lain-lain. Orangtua perlu waspada jika anaknya mengalami gejala-gejala tersebut.

Baca Juga:  Jangan Anggap Remeh jika Sering Deg-Degan!

Kebanyakan penderita kelainan jantung arus menjalani operasi, namun ada beberapa kasus yang bisa disembuhkan dengan pengobatan oral. Jika harus mengambil tindakan operasi, penderita memiliki dua pilihan yaitu melakukan operasi jantung terbuka (open heart surgery) atau memilih tindakan katerisasi; yaitu memasukkan kateter melalui lipatan paha. Kateter akan mencapai jantung dan meletakkan alat seperti payung yang berfungsi menutup kebocoran. Meskipun demikian tidak semua kasus bocor jantung bisa dikateterisasi, khususnya jika letak kebocoran berada agak dibawah, jadi pilihannya hanya melakukan bedah terbuka.

Umumnya operasi tersebut dilakukan ketika usia bayi sudah sekitar tiga bulan; namun, jika keadaannya darurat, operasi bisa dilakukan sesegera mungkin. Pada beberapa kasus bocor jantung, seiring bertambahnya usia anak terkadang lubang dapat menutup sendiri. Namun, jika lubangnya terlalu besar, sebaiknya ditutup sebelum usia sekolah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan; yaitu dengan cara ditambal atau terkadang dijahit. Jika lubang pada jantung sudah tertutup, sirkulasi darah akan menjadi normal.

Setelah melakukan operasi, dokter masih akan melakukan beberapa pemeriksaan agar hasil operasi dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jika diperlukan, dokter akan melakukan serangkaian tes seperti echokardiogram atau elektrokardiogram untuk memantau kondisi pasien. Selain itu, dalam beraktivitas sehari hari penderita tidak memiliki pantangan berarti, kecuali penderita tidak boleh terlalu capek. Terkadang kelainan bocor jantung ini berlangsung sampai dewasa tanpa adanya tindakan untuk menambalnya. Sebenarnya ini tidak membahayakan selama tidak terjadi infeksi pada jantung bocor tersebut.