Kencing Berdarah (Hematuria) – Penyebab, Penilaian, dan Pengobatan

Kencing berdarah, atau disebut sebagai hematuria, adalah kondisi ketika air seni bercampur dengan darah.

doktersehat-toilet-wasir-kencing-berdarah

Penyebab umum dari darah dalam urin meliputi:

  • Infeksi kandung kemih atau ginjal
  • Kandung kemih atau batu ginjal
  • Penyakit-penyakit tertentu ginjal, seperti peradangan dalam sistem penyaringan ginjal (glomerulonefritis)
  • Pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia) atau kanker prostat
  • Penyakit warisan seperti anemia sel sabit dan penyakit ginjal kistik
  • Obat-obat tertentu seperti aspirin, penisilin, heparin, siklofosfamid, dan phenazopyridine
  • Tumor di kandung kemih, ginjal, atau prostat
  • Cedera ginjal karena kecelakaan atau olahraga
  • Olahraga berat

Kadang-kadang, apa yang tampaknya menjadi darah dalam urin sebenarnya pigmen merah dari sumber lain seperti pewarna makanan, obat-obatan, atau bit dalam jumlah yang berlebihan. Dokter menyebut penyebab terakhir ini sebagai “bituria.”

Penilaian Hematuria
Dokter Anda akan mulai menanyakan riwayat medis dan meminta apa yang mungkin menyebabkan munculnya darah dalam urin Anda. Ini akan diikuti oleh pemeriksaan urinalisis. Dalam tes ini, sampel urin dianalisis.

Pemeriksaan urin dapat meliputi sitologi urin, yang menggunakan mikroskop untuk mencari sel-sel yang abnormal dalam urin. Tes darah juga dapat dilakukan. Jika darah mengandung tingkat tinggi limbah ginjal yang seharusnya dibuang dari tubuh (seperti ureum dan kreatinin), itu bisa menjadi tanda penyakit ginjal.

Selain pemeriksaan urin dan tes darah, Anda mungkin perlu tes pencitraan tambahan. Ini mungkin termasuk:

  • Computed tomography (CT) scan. CT-scan, yang merupakan pemeriksaan pencitraan dengan sinar-X khusus, yang dapat membantu mengidentifikasi kandung kemih atau batu ginjal, tumor, dan kelainan lain dari kandung kemih, ginjal, dan ureter.
  • USG ginjal. USG menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambaran struktur ginjal.
  • Pyelogram intravena (IVP). Ini adalah pencitraan dari saluran kemih yang membutuhkan pewarna lalu ditangkap dengan sinra-X.
  • Tes ini melibatkan penyisipan tabung kecil dengan kamera ke dalam kandung kemih melalui uretra. sampel jaringan (biopsi) dapat diperoleh untuk memeriksa kehadiran sel-sel abnormal atau kanker.
  • Biopsi Ginjal (renal). Sebuah sampel jaringan kecil diambil dari ginjal dan diperiksa di bawah mikroskop untuk tanda-tanda penyakit ginjal.
Baca Juga:  ADHD Pada Dewasa - Pengertian dan Gejala

Pengobatan Hematuria
Pengobatan ditujukan untuk penyebab yang mendasari. Setelah pengobatan, dokter akan memeriksa kembali urin Anda untuk melihat apakah darah itu hilang. Jika Anda masih memiliki darah dalam urin Anda, Anda mungkin perlu tes tambahan, atau Anda mungkin dirujuk ke ahli urologi.

Biasanya, tidak diperlukan perawatan kecuali kondisi serius yang menyebabkan hematuria tersebut.

Jika tidak ada penyebab yang mendasari ditemukan selama evaluasi awal, Anda mungkin disarankan untuk memiliki tindak lanjut pemantauan pengujian urine dan tekanan darah setiap tiga sampai enam bulan, terutama jika Anda memiliki faktor risiko untuk kanker kandung kemih, seperti berada pada usia 50 tahun atau lebih tua, merokok, atau paparan bahan kimia industri tertentu.