Penyebab Nyeri Lutut Yang Paling Sering Terjadi

DokterSehat.Com – Tahukah anda, meskipun nyeri lutut kerap kali diasosiasikan sebagai penyakit yang menyerang para lanjut usia, ternyata anak-anak hingga orang dewasa juga memiliki resiko yang sama terserang rasa nyeri ini. Bahkan, bagi mereka yang rutin melakukan latihan fisik, nyeri otot juga bisa saja menyerangnya. Pakar kesehatan menyebutkan jika nyeri lutut ringan adalah yang paling sering menyerang siapa saja dan biasanya disebabkan oleh kurangnya latihan pada otot-otot di area paha hingga sekitar lutut. Sayangnya, ada sebagian orang yang kurang beruntung dimana nyeri lutut yang menyerangnya ternyata bersifat kronik dan bisa mengganggu pergerakan lututnya secara masif. Sebenarnya, apa sajakah penyebab nyeri lutut yang paling sering terjadi?

doktersehat-kaki-lutut-sakit-amputasi-perban-gips-nyeri

Peradangan adalah salah satu penyebab nyeri lutut yang paling umum. Selain terjadi pada area tulang rawan, peradangan juga bisa terjadi pada area asam urat atau gout, artritis, tendon, hingga reumatoid. Biasanya nyeri lutut yang disebabkan oleh peradangan akan disertai dengan pembengkakan, kemerahan, dan adanya rasa hangat pada area lutut. Selain itu, lutut juga akan terasa kaku dan jika digerakkan, rasa nyerinya akan bertambah parah.

Nyeri lutut ternyata juga bisa disebabkan oleh cedera. Cedera ini sendiri bisa terjadi pada tulang rawan, tendon, ligamen, atau kantong cairan sendi yang merupakan komponen-komponen penyangga lutut. Seringkali cedera pada lutut terjadi karena adanya robekan pada ligamem atau ketegangan pada otot-otot di sekitar lutut. Selain itu, area menisci atau tulang rawan yang berbentuk lapisn cakram tipis yang menyerap tekanan dari bagian bawah kaki bisa mengalami robekan yang tentu akan menimbulkan rasa nyeri yang sangat hebat.

Lutut juga bisa mengalami masalah mekanis layaknya iliotibal band syndrome yang akan terasa saat lutut dipakai berjalan atau naik turun tangga. Biasanya, penderita nyeri lutut yang disebabkan oleh gangguan mekanis ini adalah atlet sepakbola atau pelari.

Baca Juga:  Berat Badan Normal Bukan Berarti Tidak Beresiko Terkena Diabetes

Untuk menangani nyeri lutut, kita sebaiknya segera mengistirahatkan lutut dan mengompres lutut dengan es. Setelah itu, bebat lutut yang sakit dan cobalah menempatkan kaki dengan posisi yang lebih tinggi. Jika rasa nyeri tidak segera berkurang, segeralah periksakan kondisi ini ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.