Penyebab Nyeri Haid dan Kiat Mengatasinya

DokterSehat.Com – Nyeri haid merupakan masalah yang sangat menganggu bagi sebagian besar wanita. Nyeri yang sangat hebat sehingga menyebabkan wanita hanya dapat berbaring di tempat tidur. Perlu diketahui bahwa nyeri haid yang normal itu terjadi pada hari pertama dan kedua menstruasi dengan kondisi nyeri yang berangsur-angsur mereda pada hari selanjutnya. Perlu dipikirkan bahwa terdapat penyakit-penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi apabila seorang wanita mengalami nyeri haid yang sangat hebat sepanjang haidnya ataupun nyeri yang timbul setelah hari kedua haid dengan intensitas nyeri yang tetap. Hal ini bisa diakibatkan penyakit-penyakit seperti endometriosis (sel-sel Rahim yang tumbuh diluar rahim), radang panggul yang meluas, tumor daerah Rahim, kista ataupun kelainan struktur dari rahim.

doktersehat-sakit-perut-haid-haids-mestruasi-radang-usus-buntu

Nyeri haid itu sendiri dapat terjadi akibat kontraksi otot dinding rahim pada saat meluruhkan lapisan dinding rahim. Lapisan dinding Rahim yang luruh inilah yang nantinya keluar sebagai darah menstruasi. Pada awal mentruasi bagi sebagian wanita yang merasakan nyeri, kontraksi ini terjadi sangat kuat agar dinding rahim mampu luruh secara baik. Kontraksi ini akan menekan pembuluh darah rahim yang memutus suplai oksigen dan darah didalam Rahim. Keadaan kekurangan oksigen ini akan menyebabkan jaringan rahim menghasilkan bahan kimia yang disebut prostaglandin. Bahan kimia inilah yang oleh otak akan dipersepsikan menjadi nyeri pada perut bagian bawah. Di sisi lain prostaglandin ini juga memicu kondisi seperti mual, diare, lemas hingga nyeri kepala.

Perlu diperhatikan bahwa terdapat kondisi-kondisi yang mampu memperparah nyeri haid seperti : darah haid yang lebih banyak, mengalami menstruasi dini sebelum usia 11 tahun, mengonsumsi alkohol, rokok dan kopi, obesitas, belum pernah hamil dan kurang olahraga.

Baca Juga:  Penyakit Kulit Eksim

Penanganan yang utama paling tapat bagi seorang wanita yang mengalami nyeri haid adalah mengenal apakah nyerinya tersebut termasuk yang normal atau tidak. Apabila seorang wanita mengalami nyeri haid yang dirasakan sepanjang haid dengan intensitas nyeri yang tetap ataupun nyeri yang timbul setelah hari ke dua haid, maka perlu memeriksakan diri ke dokter mengetahui apakah ada penyakit yang mendasarinya atau tidak. Namun jika anda mengalami nyeri haid yang fisologis atau normal maka terlebih dahulu untuk dapat menghindari makanan-makanan yang mencetuskan nyeri lebih parah, banyak berolah raga, makan teratur, memperbanyak minum air putih hingga menurunkan berat badan. Selain itu dapat meminum obat anti nyeri yang aman seperti parasetamol satu hingga setelah hari sebelum haid. Tidak disarankan untuk sering meminum jamu-jamuan yang tidak mengerti isi dan kandungannya karena nantinya dapat menimbulkan kecanduaan atupun merusak ginjal.