Penyebab Nyeri Bercinta Dan Solusinya

DokterSehat.Com – Bercinta seharusnya kegiatan yang paling Anda tunggu bersama pasangan. Tetapi hasrat tersebut bisa musnah jika pikiran dihantui trauma akibat rasa nyeri yang sering dirasakan saat sedang berhubungan seks. Dispareunia adalah istilah teknis untuk menjelaskan rasa sakit tersebut, baik terkait dengan faktor fisik dan psikis.



Jika Anda mengalami gangguan ini, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui akar penyebabnya dan menentukan pengobatan yang tepat. Namun ada baiknya Anda mengetahui dulu beberapa penyebab sakit saat bercinta berikut ini :

  • Sakit sementara
    Jika rasa sakit hanya dirasa sementara, mungkin penyebabnya berhubungan dengan siklus menstruasi Anda. Selain itu, bisa juga berhubungan dengan posisi bercinta Anda yang tidak nyaman atau disebabkan oleh hubungan personal yang renggang dengan pasangan.
  • Nyeri mendalam
    Rasa sakit yang mendalam selama bercinta dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kanker, endometriosis, fibroid, dan sindrom ovarium polisistik. Semakin dini diobati maka semakin besar kemungkinannya untuk sembuh. Maka segeralah hubungi dokter jika mengalaminya.
  • Vaginismus
    Dalam beberapa kasus, rasa sakit yang dirasakan saat bercinta disebabkan oleh otot-otot dasar panggul yang menegang, yang dikenal dengan istilah vaginimus. Solusinya yaitu dengan melakukan terapi fisik dasar panggul serta foreplay yang lama.
  • Vulvodinia
    Vulvodinia merupakan sindrom yang menyebabkan vagina menjadi hipersensitif. Hal ini disebabkan infeksi jamur yang terlalu sering. Biasanya dokter merekomendasikan pengobatan steroid. Sedangkan untuk mencegahnya, biasakan makan makanan sehat, termasuk yang mengandung probiotik sehingga dapat melawan infeksi. Serta penting untuk menjaga vagina tetap bersih dan kering.
  • Pil KB
    Penggunaan pil KB bisa menjadi penyebab sakit saat bercinta, meskipun hanya pada sebagian orang. Pil KB meningkatkan kadar hormon seks yang berikatan dengan globulin sehingga dapat mengikat testosteron bebas dan menyebabkan atrofi vagina. Solusinya yaitu dengan menghentikan konsumsi pil atau melakukan pengobatan penyeimbangan kadar hormon.
  • Lichen sclerosis
    Lichen sclerosis adalah berkembangnya kulit tipis berwarna putih di atas kulit Anda, sehingga menimbulkan kesan seperti tambalan. Lichen sclerosis yang terjadi di vagina akan menyebabkan kegiatan bercinta menjadi menyakitkan. Kondisi ini dapat diobati dengan steroid topikal. Namun sebaiknya periksakan ke dokter dahulu.
  • Vagina kering
    Kurangnya pelumas vagina merupakan masalah klasik yang dialami oleh wanita yang kekurangan kadar estrogen. Tubuh mengalami penurunan kadar estrogen saat hamil, memasuki menopause, dan dalam masa pengobatan kanker payudara. Selain itu vagina kering juga berhubungan dengan kondisi yang lebih serius seperti penyakit autoimun yang langka, sindrom Sjogren.

    Ada beberapa solusi untuk vagina kering, antara lain terapi hormon, cukup asupan lemak tak jenuh dalam diet, serta cukup terhidrasi. Namun sebaiknya tidak menggunakan semprotan pelembab vagina karena justru akan menghilangkan kelembaban alami vagina. Sebaliknya, gunakan produk alami, dan pelumas buatan berbasis air. Sesi pemanasan yang cukup juga membantu meningkatkan lubrikasi organ intim wanita.