Kolesterol Tinggi – Penyebab

Di seluruh dunia, kadar kolesterol darah sangat bervariasi. Umumnya, orang yang tinggal di negara-negara di mana kadar kolesterol darah lebih rendah, seperti Jepang, memiliki tingkat penyakit jantung yang lebih rendah. Negara dengan kadar kolesterol sangat tinggi, seperti Finlandia, juga memiliki tingkat penyakit jantung koroner yang sangat tinggi. Namun, beberapa populasi dengan kadar kolesterol total yang sama memiliki tingkat penyakit jantung yang sangat berbeda, menunjukkan bahwa faktor lain juga mempengaruhi risiko penyakit jantung koroner.

doktersehat-kolesterol-jantung-saluran

Sebanyak 71 juta orang dewasa Amerika (33,5%) memiliki LDL, atau kolesterol “jahat”

Orang-orang dari segala umur dan latar belakang bisa memiliki kolesterol tinggi.

Apa penyebab kolesterol tinggi?
Lemak tubuh bermacam-macam, di antaranya adalah kolestrol. Selain kolestrol, lemak tubuh lain yang beredar di dalam darah adalah trigliserida. Kolestrol sendiri memiliki jenis kolestrol jahat maupun kolestrol baik. Kadar kolesterol tinggi adalah karena berbagai faktor termasuk keturunan, diet, dan gaya hidup. Penyebab yang lebih jarang lainnya adalah  penyakit yang mendasari yang mempengaruhi hati, tiroid, atau ginjal dapat mempengaruhi kadar kolesterol darah.

  • Herediter: Gen dapat mempengaruhi bagaimana tubuh memetabolisme kolesterol LDL (low-density lipoprotein, atau disebut kolestrol jahat). Hiperkolestrolemia familial adalah bentuk kolesterol tinggi yang diwariskan yang dapat menyebabkan penyakit jantung dini.
  • Berat badan: Kelebihan berat badan bisa meningkatkan tingkat kolesterol LDL Anda. Kehilangan berat badan dapat menurunkan LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (high-density lipoprotein, atau disebut kolestrol baik).
  • Aktivitas fisik/ olahraga: Aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol HDL.
  • Usia dan jenis kelamin: Sebelum menopause, wanita biasanya memiliki kadar kolesterol total lebih rendah daripada pria dengan usia yang sama. Seiring bertambahnya usia wanita dan pria, kadar kolesterol darahnya meningkat hingga usia sekitar 60 sampai 65 tahun. Setelah sekitar usia 50 tahun, wanita sering memiliki kadar kolesterol total lebih tinggi dibanding pria seusianya.
  • Penggunaan alkohol: Asupan alkohol Moderat (1-2 gelas sehari) meningkatkan kolesterol HDL (baik) namun tidak menurunkan kolesterol LDL (jahat). Dokter tidak tahu pasti apakah alkohol juga mengurangi risiko penyakit jantung. Minum alkohol terlalu banyak dapat merusak sel hati dan otot jantung, menyebabkan tekanan darah tinggi, dan meningkatkan kadar trigliserida. Karena risikonya, minuman beralkohol tidak boleh digunakan sebagai cara untuk mencegah penyakit jantung.
  • Stres mental: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres meningkatkan kadar kolesterol darah dalam jangka panjang. Salah satu cara kenapa stres meningkatkan kolestrol adalah stres dapat mempengaruhi kebiasaan hidup Anda. Misalnya, ketika beberapa orang mengalami stres, mereka menghibur diri dengan mengonsumsi makanan berlemak. Lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan ini berkontribusi pada kadar kolesterol darah yang lebih tinggi.