Kolesterol Tinggi – Penyebab

doktersehat-kolesterol-jantung-saluran

Di seluruh dunia, kadar kolesterol darah sangat bervariasi. Umumnya, orang yang tinggal di negara-negara di mana kadar kolesterol darah lebih rendah seperti Jepang, memiliki tingkat penyakit jantung yang lebih rendah. Negara dengan kadar kolesterol sangat tinggi seperti Finlandia, juga memiliki tingkat penyakit jantung koroner yang sangat tinggi. Namun, beberapa populasi dengan kadar kolesterol total yang sama memiliki tingkat penyakit jantung yang sangat berbeda, hal ini menunjukkan bahwa faktor lain juga memengaruhi risiko penyakit jantung koroner.

Penyebab Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol tinggi bisa disebabkan karena berbagai faktor termasuk keturunan, diet, dan gaya hidup. Penyebab yang lebih jarang adalah penyakit yang mendasari yang memengaruhi hati, tiroid, atau ginjal karena dapat memengaruhi kadar kolesterol darah.

Berikut ini adalah beberapa penyebab yang umum dari kolesterol tinggi, diantaranya:

  • Herediter: Gen dapat memengaruhi bagaimana tubuh memetabolisme kolesterol LDL (low-density lipoprotein, atau disebut kolestrol jahat). Hiperkolestrolemia familial adalah bentuk kolesterol tinggi yang diwariskan yang dapat menyebabkan penyakit jantung dini.
  • Berat badan: Kelebihan berat badan bisa meningkatkan tingkat kolesterol LDL Anda. Sementara kehilangan berat badan dapat menurunkan LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL .
  • Olahraga: Aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol HDL.
  • Usia dan jenis kelamin: Sebelum menopause, wanita biasanya memiliki kadar kolesterol total lebih rendah daripada pria dengan usia yang sama. Seiring bertambahnya usia wanita dan pria, kadar kolesterol darahnya meningkat hingga usia sekitar 60 sampai 65 tahun. Setelah sekitar usia 50 tahun, wanita sering memiliki kadar kolesterol total lebih tinggi dibanding pria seusianya.
  • Penggunaan alkohol: Asupan alkohol Moderat (1-2 gelas sehari) meningkatkan kolesterol HDL namun tidak menurunkan kolesterol LDL. Dokter tidak tahu pasti apakah alkohol juga mengurangi risiko penyakit jantung. Minum alkohol terlalu banyak dapat merusak sel hati, otot jantung, menyebabkan tekanan darah tinggi, dan meningkatkan kadar trigliserida. Karena risikonya, minuman beralkohol tidak boleh digunakan sebagai cara untuk mencegah penyakit jantung.
  • Stres mental: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres meningkatkan kadar kolesterol darah dalam jangka panjang. Salah satu cara kenapa stres meningkatkan kolestrol adalah stres dapat memengaruhi kebiasaan hidup Anda. Misalnya, ketika beberapa orang mengalami stres, mereka menghibur diri dengan mengonsumsi makanan berlemak. Lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan ini berkontribusi pada kadar kolesterol darah yang lebih tinggi.