Penyebab Kekurangan Air Ketuban Pada Ibu Hamil

Dokter Sehat – Air ketuban adalah sahabat janin dalam kandungan, ia berfungsing sebagai pelindung dan jalan nutrisi bagi janin. Pada awal-awal usia kandungan, air ketuban berasal sepenuhnya dari sang ibu. Baru pada usia kandungan 20 minggu, air ketuban juga dihasilkan dari urin janin yang sistem pencernaan dan ekskresinya mulai terbentuk. Jumlah air ketuban yang cukup akan membantu pembentukan otot dan jaringan-jaringan tubuh janin.



Tahukah anda bahwa air ketuban sangat berperan selama kehamilan, meskipun sangat bermanfaat akan tetapi volume air ketuban tidak boleh melebihi atau kurang dikarenakan akan mempengaruhi perkembangan bayi anda, bahkan dapat menjadi ancaman untuk janin anda yang mengalami kekurangan cairan ketuban.

Untuk mengetahui volume air ketuban yang mencukupi maka anda harus selalu melakukan pemeriksaan rutin, dengan konsultasi dengan dokter maka dapat mencurigai mengalami Oligohidramnios dengan tanda-tanda besar kandungan yang terlalu kecil dan ukuran yang tidak normal kemudian gerakan janin yang kurang.

Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan apabila ibu hamil mengalami riwayat perkembangan janin yang terhambat atau ibu hamil memiliki riwayat kesehatan seperti preeklamsia, darah tinggi dan juga diabetes. Bantuan pemeriksaan USG akan mampu mengukur kantong cairan ketuban. Sebuah ukuran yang normal pada trimester ketiga adalah antara 5 sampai 25 centimeter, sedangkan bila ukuran kurang dari 5 cm maka indeks cairan ketuban dianggap rendah.

Dalam keadaan normal, jumlah dari cairan ketuban akan mengalami peningkatan hingga trimester ketiga. Sedangkan pada usia kehamilan mengalami puncak yaitu antara usia kehamilan 34-36 minggu kehamilan, ibu hamil dapat dikategorikan kekurangan cairan ketuban atau dikenal dengan Oligohidramnios apabila jumlah air ketuban yang sedikit dan biasanya sudah mulai terdeteksi pada awal kehamilan.

Baca Juga:  Atasi Gatal Pada Miss V Ketika Hamil dengan Cara Ini

Penyebab kurangnya air ketuban :

1.Cacat kandungan
Kurangnya nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu dapat menyebabkan cacat kandungan sehingga janin tidak mampu menghasilkan urin yang cukup untuknya sendiri, karena sistem ekskresinya tidak berjalan normal.

2.Masalah pada plasenta
Jika plasenta tidak mengalirkan cukup darah yang menyuplai nutrisi untuk janin, maka janin akan gagal mengurai urinnya sendiri.

3.Kebocoran membrane
Jika ada membran yang bocor atau robek pada womb, maka kemungkinan besar ini akan mengakibatkan terus berkurangnya air ketuban.

4.Kelahiran yang terlambat
Jika jadwal kelahiran sudah lewat namun Bunda belum juga menunjukkan tanda-tanda kelahiran, maka ini akan beresiko pada bayi karena jumlah air ketuban terus berkurang.

5.Komplikasi kehamilan
Dehidrasi, diabetes, darah tinggi, dan gangguan kesehatan lain saat hamil dapat menyebabkan air ketuban tidak cukup karena metabolisme tubuh ibu terganggu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi janin.