Penyebab Kanker Tonsil Dan Gejalanya

Dokter Sehat – Penyakit amandel atau tonsil itu bisa dideteksi dari gejala awalnya yang berupanyeri pada tenggorokan yang kemudian menjalar ke telinga pada sisi yang sama dengan amandel yang terkena, kanker tonsil juga bisa dideteksi dengan melihat suatu benjolan yang muncul di sekitar leher karena kelenjar getah bening sudah terkena kanker tonsil tersebut. Setelah timbul benjolan getah bening baru gejala lain timbul,namun untuk memastikan apakah memang gejala tersebut adalah gejala kanker tonsil atau amandel maka pemeriksaan oleh dokter dengan alat-alat kodekteran harus dilakukan.



Penyebab terjadinya kanker tonsil terutama menyerang pada pria dan berhubungan erat dengan merokok serta pemakaian alkohol, temuan terbaru bahwa infeksi virus human papiloma (HPV) juga berhubungan dengan terjadinya kanker tonsil. Orang-orang dengan tumor yang berhubungan dengan HPV dan bukan perokok tampaknya memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik, kanker tonsil paling sering terjadi pada orang-orang berusia 50-70 tahun dan seringkali menyebar ke kelenjar getah bening di leher.

Pada awalnya penderita akan mengalami kesulitan menelan makanan atau nyeri pada tenggorokannya, setelah itu rasa nyeri merembet ke telinga pada sisi yang sama dengan tonsil yang terkena. Terkadang muncul suatu benjola pada leher, hal ini di akibatkan oleh penyebaran kanker ke kelenjar betah bening. Gejala kanker tosil mempunyai kesamaan dengan gejala flu, dimana biasanya orang akan mengira gejala nyeri pada tenggorokan itu adalah gejala flu dikarenakan adanya pergantian musim, padahal itu adalah gejala kanker tosil.

Pengobatan kanker tosil terdiri dari dua langkah, yaitu melalui pembedahan dan penyinaran.

1.Pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor, kelenjar betah bening leher dan sebagian rahang. Proses penangganannya dengan cara membuat irisan kecil pada leher, lalu mengangkat tumor kelenjar betah bening dan sebagian rahang. Proses pembedahan ini berlangsung cepat dan tidak terlalu sakit. Proses pemedahan tidak memiliki efek samping yang berbahaya, namun pada pasien akan mempunyai bekas luka yang tidak bisa hilang seperti halnya bekas operasi cesar pada ibu yang melahirkan.

Baca Juga:  Mengenal Stroke Mata

2.Radiasi (penyinaran)
sinar radiasi yang dipancarkan akan menembus kulit dan langsung mengenai sel kanker yang ada dileher dan juga rahang, penyinaran ini akan mematikan sel-sel kanker tosil yang mengendap didalam tubuh. Setelah itu, dilakukan terapi sinar infra merah untuk memanaskan daerah leher dan kanker tosil agar peredaran darah menjadi lancar. Sinar yang dipakai disini adalah sinar radiasi dan juga sinar infra merah, pasien tidak akan mengalami rasa sakit, tidak akan mempunyai luka yang sulit hilang, tidak perlu menjalani rawat inap di rumah sakit, dan sel kanker tidak akan tersisa didalam tubuh. Namun, pasien harus rutin untuk melakukan terapi ini karena membutuhkan waktu yang cukup lama. Efek samping terapi ini adalah pasien akan mengalami kerontokan rambut apabila terkena sinar radiasi dalam jangka waktu yang lama.