Penyebab Jantung Berdebar-Debar

DokterSehat.Com – Setiap kali anda merasa kaget atau ketakutan dan tegang, jantung anda pasti merasa jauh lebih berdegup dibandingkan biasanya. Ya, jantung yang berbedar-debar memang sering dikaitkan dengan kondisi psikologis dari seseorang. Namun, jantung yang berdebar dalam jangka waktu yang lama meskipun anda dalam kondisi emosi yang datar-datar saja tentu akan mengundang pertanyaan apa yang terjadi dengan kondisi jantung? Sebelum kita terlalu jauh menyimpulkan apakah jantung berdebar termasuk dalam gejala sebuah penyakit, kita tentu harus mengetahui apa yang bisa menyebabkan jantung berdebar-debar.

doktersehat-sakit-paru-dada

Jantung berdebar-debar tentu saja disebabkan oleh denyut jantung yang cenderung tidak normal. Rasa kaget atau cemas bisa menjadi pemicu ketidaknormalan denyut jantung ini. Namun, adanya pergerakan cepat atau melambat dan bergetar yang tidak wajar yang disebabkan oleh masalah kesehatan bisa menjadi pemicunya. Sebagai contoh, seseorang yang mengalami masalah rendah gula darah atau adanya ketidakseimbangan pada adrenalin, elektrolit, atau aritmia juga bisa menjadi pemicu jantung untuk berdebar-debar.

Jika jantung anda berdebar-debar, anda sendiri bisa melakukan relaksasi sehingga rasa stress, cemas, atau bahkan kekagetan yang menimpa anda bisa segera ditenangkan sehingga denyut jantung pun bisa menjadi normal kembali. Anda juga bisa meminum air minum dengan cukup agar bisa mengurangi dehidrasi dan menormalkan denyut jantung. Anda juga bisa melakukan latihan pernafasan agar membuat rasa cemas menjadi lebih tenang dan membuat denyut jantung lebih tenang. Andai ini belum cukup, mencuci muka atau mandi dengan air dingin nan segar juga dipercaya mampu membuat denyut jantung kembali normal kembali.

Jika semua trik menormalkan denyut jantung tidak berhasil dan jantung tetap berdebar-debar dalam jangka waktu yang lama, apalagi juga disertai dengan rasa nyeri pada dada, ada baiknya anda harus memeriksakan kondisi ini ke dokter sehingga bisa diketahui apakah rasa nyeri dan kondisi jantung berdebar ini ternyata bisa jadi adalah gejala dari berbagai penyakit berbahaya.

Baca Juga:  Akhirnya, Pencangkokan Penis Untuk Pertama Kalinya Bisa Dilakukan di Amerika Serikat