Penyebab, Gejala, dan Terapi Mata Merah

DokterSehat.Com – Mata merah, disebut juga konjungtivitis, merupakan suatu peradangan pada konjungtiva. Konjungtiva adalah jaringan tipis jernih yang melapisi bagian putih bola mata dan melapisi permukaan dalam kelopak mata.

doktersehat-mata-merah-kurang-vitamin-C-bakteri-glaukoma-Eksoftalmus

Apa yang menyebabkan mata merah?

Mata merah memiliki beberapa penyebab, di antaranya:

  • Virus
  • Bakteri (misalnya gonorrhea atau chlamydia)
  • Iritan seperti sampo, debu, asap, dan klorin pada kolam renang
  • Alergi, misalnya debu, serbuk sari, atau jenis alergi tertentu pada pengguna lensa kontak

Mata merah yang disebabkan oleh bakteri tertentu dan virus sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain, tetapi bukan merupakan penyakit serius jika bisa dideteksi dan diobati secara tepat. Namun, mata merah pada bayi baru lahir harus segera mendapatkan penanganan dokter karena kemungkinan merupakan infeksi yang dapat menyebabkan kebutaan.

Apa sajakah gejala konjungtivitis?

Gejala konjungtivitis berbeda-beda tergantung dari penyebabnya, antara lain:

  • Tampak merah di bagian putih bola mata atau bagian dalam kelopak mata
  • Mata berair
  • Keluar kotoran mata berwarna kekuningan yang biasanya mengering di bulu mata, terutama saat bangun tidur
  • Kotoran mata yang berwarna hijau atau putih kental
  • Mata gatal
  • Mata terasa panas seperti terbakar
  • Pandangan kabur
  • Lebih sensitif terhadap cahaya (mata nyeri atau berair pada cahaya yang berlebihan)

Sebaiknya segera hubungi dokter bila muncul gejala-gejala seperti di atas. Dokter akan melakukan pemeriksaan mata. Bila perlu, mungkin juga akan diperlukan pemeriksaan laboratorium mikrobiologi untuk mengetahui penyebabnya.

Bagaimanakan pengobatan konjungtivitis?

Pengobatan mata merah bergantung pada penyebabnya.

  • Mata merah yang disebabkan oleh bakteri diobati dengan antibiotik, baik dalam bentuk tetes mata, salep, ataupun pil. Tetes mata atau salep mata mungkin perlu dioleskan di bagian dalam kelopak mata 3-4 kali sehari selama 5-7 hari. Pil perlu diminum selama beberapa hari. Infeksi biasanya akan membaik dalam satu minggu. Bila mengonsumsi antibiotik, harus dihabiskan meskipun gejalanya telah menghilang.
  • Mata merah yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 4-7 hari tanpa obat apapun. Namun, konjungtivitis virus ini sangat mudah menular. Hindari kontak dengan orang lain dan jangan lupa cuci tangan sebelum menyentuh makanan. Jangan menggunakan lensa kontak pada saat terserang konjungtivitis virus ini, sebaiknya pakai kacamata saja. Sebaiknya juga jangan mengenakan make up di sekitar mata. Jika tiba-tiba pandangan kabur, segera hubungi dokter karena beberapa virus dapat menyebabkan perlukaan pada kornea mata dan dapat berakibat fatal.
  • Untuk mata merah yang disebabkan oleh bahan yang menimbulkan iritasi, gunakan air bersih untuk mencuci mata dari bahan tersebut selama lima menit. Selanjutnya, mata merah seharusnya akan berkurang dalam waktu empat jam. Jika konjungtivitis disebabkan oleh zat asam atau basa seperti pemutih pakaian, segera bilas dengan air yang banyak dan hubungi dokter secepatnya.
  • Konjungtivitis alergi seharusnya membaik setelah alergi teratasi dan bahan yang menyebabkan alergi disingkirkan. Hubungi dokter jika konjungtivitis yang diderita berhubungan dengan alergi.
Baca Juga:  Payudara Sakit Sebelum Haid, Apakah Berbahaya?

Apa yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala konjungtivitis?

Untuk meredakan gejala mata merah:

  • Lindungi mata dari debu dan bahan lain yang dapat menyebabkan iritasi.
  • Hindari pemakaian make up di sekitar mata.
  • Lepaskan lensa kontak yang sedang dipakai.
  • Dapat juga menggunakan “air mata buatan”, sejenis tetes mata yang dijual bebas di pasaran, yang dapat meredakan rasa gatal dan nyeri pada mata. Namun, perlu hati-hati karena beberapa obat tetes mata justru menyebabkan iritasi dan tidak boleh digunakan.

Bagaimana cara mencegah penularan konjungtivitis?

  • Jangan menyentuh atau mengucek mata.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat, terutama sebelum menyentuh makanan.
  • Bersihkan kotoran mata beberapa kali sehari dengan kapas atau kain yang halus. Setelah itu, buang kapas atau cuci kain yang digunakan, lalu cuci tangan dengan sabun dan air hangat.
  • Cuci sprei, sarung bantal, dan handuk dengan air panas dan deterjen.
  • Hindari pemakaian make up di sekitar mata.
  • Jangan menggunakan alat make up yang sama secara bergantian dengan orang lain.
  • Jangan pernah mengenakan lensa kontak milik orang lain.
  • Lebih baik mengenakan kaca mata daripada lensa kontak selama sedang mengalami mata merah. Jika menggunakan lensa kontak yang sekali pakai, langsung buang. Jika menggunakan lensa kontak yang tahan lama, cuci bersih lensa kontak beserta tempatnya.
  • Hindari memakai barang secara bergantian, misalnya handuk dan kaca mata.
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan tetes mata atau salep mata.
  • Jangan menggunakan tetes mata untuk mata sakit pada mata yang sehat.
  • Sebaiknya diam di rumah sampai sembuh agar tidak menular ke orang lain.

Apa sajakah komplikasi konjungtivitis?

Biasanya, mata merah akan sembuh dengan sendirinya, baik dengan maupun tanpa obat. Namun, beberapa bentuk konjungtivitis dapat mengancam fungsi penglihatan karena dapat menyebabkan perlukaan pada kornea mata, antara lain konjungtivitis yang disebabkan oleh gonorrhe, chlamydia, atau virus tertentu.

Bagaimana caranya agar terhindar dari konjungtivitis?

Konjungtivitis virus sangat mudah menular. Namun, menjaga kebersihan, misalnya dengan mencuci tangan, dapat meminimalisir penularannya. Hindari menyentuh wajah karena virus juga bisa berada di mata, hidung, dan mulut.

Untuk konjungtivitis alergi, hindari bahan yang menimbulkan alergi dan lakukan perawatan lensa kontak secara tepat untuk menurunkan risikonya. Jika ada orang satu rumah yang menderita konjungtivitis, hindari memakai barang-barang orang tersebut, misalnya handuk, sarung bantal, maskara, atau eyeliner.

Sumber: WebMD