Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Infeksi Telinga

DokterSehat.Com – Infeksi telinga adalah salah satu infeksi yang paling sering terjadi terutama pada anak-anak. Infeksi telinga mungkin sepele, tetapi jika tidak ditangani dengan baik maka mampu menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak.



Infeksi telinga terjadi ketika bakteri atau virus menginfeksi area telinga tengah, area di telinga yang berada di balik gendang telinga. Infeksi telinga ini dapat akut maupun kronik. Infeksi telinga akut akan terasa sangat sakit namun hanya berlangsung dalam durasi waktu yang singkat, sedangkan infeksi kronik dapat berlangsung dalam waktu yang lama namun tingkat kesakitannya tidak separah infeksi telinga akut. Sayangnya, infeksi telinga kronik mampu menyebabkan kerusakan permanen pada telinga luar dan telinga tengah.

Apa penyebab infeksi telinga?

Infeksi telinga terjadi ketika saluran tuba eustasius menjadi bengkak atau memblok dan cairan menyumbat telinga tengah. Saluran tuba eustasius adalah suatu tabung kecil yang menhubungkan langsung telinga dengan tenggorokan. Penyebab penyumbatan pada tuba eustasius meliputi:

  • Alergi
  • Flu
  • Infeksi sinus (sinusitis)
  • Produksi mukus yang berlebihan
  • Paparan rokok
  • Amandel yang bengkak atau terinfeksi (tonsilitis)

Perlu diketahui bahwa tuba eustasius pada anak-anak cenderung lebih pendek dan lebih datar sehingga infeksi telinga pada anak akan lebih sering dibandingkan dengan orang dewasa.

Apa gejala dari Infeksi Telinga

Beberapa gejala dari infeksi telinga meliputi

  • Nyeri ringan atau ketidaknyamanan pada telinga, dalam hal ini mungkin anak akan tampak rewel, setelah paparan ISPA beberapa hari sebelumnya
  • Perasaan penuh pada telinga
  • Adanya cairan yang keluar dari telinga
  • Penurunan pendengaran
  • Demam tinggi

Bagaimana infeksi telinga didiagnosis?

Dokter akan memeriksa kondisi telinga mulai dari telinga luar sampai ke gendang telinga. Pada infeksi telinga tengah, maka gendang telinga akan tampak kemerahan dan seperti ada cairan di balik gendang telinga. Gendang telinga adalah struktur tipis, sehingga jika diberi cahaya, maka akan tampak apa yang ada di balik gendang telinga. Bahkan, ketika cairan di balik gendang telinga terasa sangat penuh, maka tak dipungkiri gendang telinga dapat pecah yang disebut dengan perforasi gendang telinga.  Jika gendang telinga telah pecah, maka penanganannnya akan lebih sulit lagi.

Baca Juga:  Ini Dia Manfaat Lain Teh untuk Jantung Kita

Bagaimana infeksi telinga diobati?

Kebanyakan infeksi telinga yang ringan dapat sembuh dengan sendirinya. Beberapa metode yang akan meredakan gejala dari infeksi telinga seperti:

  • Memberikan kain hangat di telinga yang terkena
  • Mengobati nyeri dan demam dengan obat seperti parasetamol atau ibuprofen
  • Menggunakan dekongestan untuk mengurangi produksi mukus seperti pseudoefedrin

Jika gejala memburuk, atau tidak membaik dengan obat-obatan di atas, maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Jika anak di bawah 2 tahun dengan gejala ISPA, segera bawa ke dokter agar mendapatkan antibiotik supaya ISPA tidak menyeret ke telinga melalui tuba eustasius. Untuk pengobatan antibiotik, wajib untuk tidak dikonsumsi secara bebas tanpa resep dokter agar tidak terjadi resistensi bakteri dan penyakit dapat ditangani sampai tuntas.

Operasi merupakan pilihan jika infeksi tidak reda dengan obat biasa, atau infeksi telinga mengalami kekambuhan terus menerus meskipun ada fase sembuhnya. Seringkali, infeksi telinga juga terjadi karena amandel yang membesar sehingga operasi seringkali dilakukan untuk mengangkat amandel tersebut.

Bagaimana jika infeksi telinga dibiarkan?

Jika infeksi telinga dibiarkan tanpa pengobatan, infeksi telinga akan cenderung kambuh.  Komplikasi berikut ini memang jarang terjadi, namun dapat saja terjadi dan akan menyebabkan hal yang serius seperti:

  • Kehilangan pendengaran
  • Keterlambatan bicara pada anak-anak
  • Radang pada tulang rahang sampai ke tengkorak
  • Meningitis (radang pada selaput otak)
  • Pecahnya gendang telinga

(dr. Ursula Penny)