Penyebab, Gejala dan Pencegahan Penyakit Malaria

DokterSehat.Com – Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Malaria menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit. Malaria bahkan bisa mematikan jika tidak ditangani dengan benar.



Infeksi malaria bisa terjadi cukup dengan satu gigitan nyamuk. Malaria jarang sekali menular secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Contoh kondisi penularan penyakit ini adalah jika terjadi kontak dengan darah penderita atau janin bisa terinfeksi karena tertular dari darah sang ibu.

Di Indonesia, terjadi sekitar 400.000 kasus positif malaria setiap tahunnya. Dari semua kasus yang terjadi, 4.000 kasus mengalami komplikasi atau bahkan berujung pada kematian. Sekitar 1 dari 4 kasus malaria yang terjadi menyerang anak-anak.

Sebagian besar kasus malaria terjadi di wilayah Indonesia Timur.Terutama pada wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Penyebab

Penyebab penyakit malaria ditemukan pertama kali oleh seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran.  Atas jasanya itu Laveran mendapatkan Hadiah Nobel untuk Fisiologi dan Kedokteran pada 1907.

Parasit plasmodium sebagai penyebab malaria terdiri dari empat spesies yaitu plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium malariae, dan plasmodium ovale. Plasmodium falciparum adalah jenis yang paling ganas karena dapat menyebabkan infeksi akut yang berujung dengan kematian.Satu jenis plasmodium lainnya yaitu plasmodium knowlesi kebanyakan ditemukan pada kera atau orang utan.

Nyamuk yang menyebarkan parasit plasmodium ini adalah nyamuk anopheles betina. Saat anopheles menggigit orang yang telah terinfeksi plasmodium, maka nyamuk akan membawa parasit tersebut kedalam tubuhnya sendiri. Kemudian ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain yang baru, maka nyamuk akan menularkan parasit kedalam darah orang baru tersebut. Demikian seterusnya. Nyamuk anopheles  mampu membawa parasit plasmodium dalam tubuhnya selama satu minggu.

Baca Juga:  Banyak Konsumsi Karbohidrat Berisiko Kanker Usus?

Selain melalui nyamuk anopheles, penularan penyakit malaria bisa juga melalui transfusi darah, jarum suntik, maupun transplantasi organ tubuh. Demikian juga penyakit malaria dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayinya.

Gejala

Gejala malaria biasanya akan muncul antara satu sampai dua minggu setelah tubuh terinfeksi. Dalam beberapa kasus yang jarang, gejala muncul setahun setelah gigitan nyamuk terjadi. Gejala-gejala malaria yang biasanya terjadi adalah munculnya demam, berkeringat, menggigil atau kedinginan, muntah-muntah, sakit kepala, diare, dan nyeri otot.

Jika Anda sudah terlanjur mengalami gejala-gejala malaria, segera temui dokter agar bisa dilakukan diagnosis dan penanganan secepatnya. Diagnosis malaria dapat dilakukan dengan mudah melalui tes darah yang sederhana.

Pencegahan

Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan secara eksternal dan internal. Pencegahan secara eksternal misalnya memasang kelambu saat hendak tidur, membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk, serta pemakaian obat nyamuk semprot dan obat nyamuk bakar.

Pencegahan secara internal, adalah dengan obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit malaria. Masing-masing obat memiliki aturan pemakaian yang berbeda-beda. Demikian pula dengan pemakaiannya pada kondisi masing-masing pasien. Harap selalu konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh keterangan yang lebih akurat.