Demam – Penyebab Demam Bakterial

Demam bakterial adalah demam akibat infeksi bakteri. Infeksi bakteri ini mampu menyerang berbagai organ di dalam tubuh.

doktersehat-hiv-aids-anak-demam-hidung-tersumbat

Infeksi sistem genitourinaria dapat menyebabkan seseorang mengalami sensasi terbakar saat kencing, darah dalam urin, keinginan untuk sering buang air kecil, dan sakit punggung disertai demam. Ini akan menunjukkan adanya infeksi pada kandung kemih, ginjal, atau saluran kemih. Antibiotik akan mengobati infeksi semacam itu.

Jika sistem reproduksi terpengaruh, orang sering melihat cairan keluar dari penis atau vagina dan mengalami nyeri pelvis bersamaan dengan demam. Nyeri panggul dan demam pada wanita mungkin merupakan penyakit radang panggul (PID), yang dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada organ reproduksi. Dalam kasus ini, orang dan pasangan seksual harus menemui dokter.

Sistem infeksi gastrointestinal (sistem pencernaan) ditandai dengan diare, muntah, sakit perut, dan terkadang ada darah di tinja. Darah dalam tinja dapat mengindikasikan adanya infeksi bakteri atau jenis penyakit serius lainnya. Nyeri perut mungkin disebabkan oleh infeksi usus buntu, kantong empedu, atau hati, dan perawatan medis harus segera dicari.

Sistem peredaran darah (termasuk jantung dan paru-paru) bisa diserang bakteri. Mungkin tidak ada gejala spesifik dengan demam. Seseorang mungkin merasakan tubuh terasa sakit, menggigil, lemas, atau bingung. Kondisi yang dikenal sebagai sepsis hadir saat bakteri memasuki aliran darah. Infeksi pada katup jantung dengan radang (endokarditis) dapat terjadi pada orang yang pernah menjalani operasi jantung di masa lalu dan pada orang yang menggunakan obat infus. Kondisi ini membutuhkan perawatan di rumah sakit dan perawatan segera dengan antibiotik IV.

Kulit, organ terbesar di tubuh kita, bisa juga menjadi sumber infeksi bakteri. Kemerahan, bengkak, kehangatan, nanah, atau nyeri terjadi di tempat infeksi. Infeksi bisa terjadi akibat trauma pada kulit atau bahkan pori yang tersumbat sehingga menjadi abses. Infeksi bisa menyebar ke jaringan lunak di bawah kulit (selulitis). Terkadang infeksi perlu dikeringkan. Antibiotik sering dibutuhkan. Selain itu, kulit bisa bereaksi terhadap beberapa toksin dengan menghasilkan ruam kulit; misalnya ruam skarlatina yang bisa terjadi setelah infeksi tenggorokan radang menyebabkan demam merah (ruam kulit berwarna merah cerah dan menyebar, dengan beberapa area kulit yang menjadi bersisik dan deskuamasi, atau kulit yang mengelupas).