Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Penyakit Kuning (Jaundice/ Ikterik)

DokterSehat.Com – Jaundice adalah suatu kondisi dimana kulit, mukosa, dan bagian putih mata (sklera) berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah hasil pemecahan sel darah merah yang sudah tua. Normalnya, hati akan merombak bilirubin dan membuangnya ke dalam usus sehingga dapat dikeluarkan bersamaan dengan tinja. Apabila terdapat gangguan dalam proses ini, terjadilah kuning. Kuning bukan merupakan penyakit, melainkan tanda dari suatu penyakit yang mendasarinya.

doktersehat-sakit-perut

Apa penyebab kuning?
Kuning dapat disebabkan oleh beberapa proses, yaitu:

  • Pre-hepatik (yaitu sebelum bilirubin dirombak oleh sel hati)

Pada kasus ini, kuning terjadi karena pemecahan sel darah merah yang meningkat (hemolisis) melebihi kemampuan sel hati untuk membuang bilirubin dari dalam darah. Contoh dari kondisi ini adalah: malaria, anemia sel sabit, sferositosis, talasemia, defisiensi G6PD, obat-obatan, dan autoimun.

  • Hepatik (yaitu gangguan proses di dalam organ hati)

Kuning dalam hal ini terjadi karena ketidakmampuan sel hati dalam merombak dan membuang bilirubin, misalnya karena: hepatitis (baik karena virus maupun alkohol), sirosis hepatis, obat-obatan, sindroma Crigler-Najjar, sindroma Gilbert, dan kanker hati.

  • Post-hepatik (yaitu setelah bilirubin dibuang oleh hati)

Kuning disebabkan oleh adanya obstruksi atau sumbatan dalam saluran pembuangan bilirubin. Penyebab sumbatan ini antara lain: batu empedu, kanker, penyempitan saluran empedu, infeksi pada saluran empedu, kelainan saluran empedu yang ada sejak lahir, pankreatitis, parasit (misalnya cacing), dan kehamilan.

Selain itu, ada juga kuning yang terjadi pada bayi. Bayi baru lahir biasanya mengalami kuning pada usia 2-3 hari yang bisa berlangsung hingga usia 7-14 hari. Hal ini karena terjadinya pemecahan sel darah merah bayi untuk diganti dengan sel darah merah yang baru. Kuning yang muncul di luar dari periode waktu ini seringkali tidak normal dan perlu mendapat perhatian dokter. Kuning yang abnormal dapat terjadi karena: ketidakcocokan dengan golongan darah ibu atau kurang minum ASI.

Apa sajakah gejala dari sakit kuning?
Gejala yang muncul bersama sakit kuning di antaranya adalah:

  • Kulit, mukosa, dan bagian putih mata (sklera) berubah warna menjadi kuning
  • Tinja berwarna putih
  • Air kemih berwarna gelap
  • Kulit gatal
  • Gejala lain dari penyakit yang mendasarinya, misalnya mual dan muntah, nyeri perut, demam, badan lemah, nafsu makan menurun, nyeri kepala, kaki bengkak, perut membesar, dan sebagainya
  • Kuning yang tidak normal pada bayi, juga dapat menimbulkan gejala seperti: sulit minum ASI, lemas, suara tangis melengking, dan kejang
Baca Juga:  Bisakah Mengurangi Garam Pada Masakan?

Kapan kita harus menghubungi dokter?
Jika dijumpai ada gejala kuning selain kuning yang normal pada bayi baru lahir seperti yang telah dijelaskan di atas, segeralah hubungi dokter. Tanyakan pada dokter apakah penyebab kuning, pemeriksaan apa saja yang diperlukan, bagaimana perkembangan penyakit tersebut, apa pilihan terapinya, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah keadaan semakin memburuk.

Apa yang bisa dilakukan di rumah?

  • Pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan banyak minum air dan istirahat cukup
  • Minum obat sesuai petunjuk dokter
  • Hindari konsumsi obat-obatan atau herbal di luar resep dokter
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Pengaturan makan sesuai petunjuk dokter
  • Pada beberapa kasus bayi kuning, disarankan dijemur di bawah sinar matahari atau dilakukan fototerapi
  • Pastikan bayi cukup mendapat ASI
  • Jika kondisi memburuk, segera hubungi dokter

Bagaimana mencegah sakit kuning?
Penyakit yang mendasari timbulnya gejala kuning dapat dicegah dengan cara berikut.

  • Hindari konsumsi alkohol, karena dapat menyebabkan hepatitis alkoholik, sirosis, dan pankreatitis
  • Vaksin hepatitis
  • Profilaksis malaria bila akan bepergian ke daerah endemis
  • Hindari perilaku yang berisiko tertular hepatitis B, misalnya penggunaan narkoba suntik atau seks bebas
  • Jaga kebersihan agar terhindar dari makanan yang terkontaminasi virus hepatitis A
  • Hindari obat-obatan yang dapat menyebabkan hemolisis, terutama pada orang dengan defisiensi G6PD
  • Hindari obat-obatan atau jamu yang dapat merusak organ hati, kecuali jika obat tersebut memang sangat dibutuhkan

Dikutip dengan perubahan seperlunya dari: Emedicinehealth