Sindrom Reye – Penyebab dan Gejala

Sindrom Reye adalah penyakit yang jarang dan berat yang mempengaruhi anak dan remaja dikaitkan dengan infeksi virus dan penggunaan aspirin. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, namun penelitian-penelitian mengarah kepada hubungan infeksi virus dan penggunaan aspirin terhadap Sindrom Reye. Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat menyisakan kerusakan otak yang fatal dan mempengaruhi kehidupan anak selanjutnya. Pasien dengan sindrom Reye menunjukkan adanya muntah dan perubahan status mental. Sindrom Reye secara primer tergantung pada riwayat klinis gejalanya.

doktersehat-hiv-aids-anak-demam-hidung-tersumbat

Seringkali pemeriksaan laboratorium dari Sindrom Reye menunjukkan ketidaknormalan seperti peningkatan enzim hati, peningkatan kadar amonia, dan kadar glukosa serum yang rendah Tatalaksana dari Sindrom Reye adalah bersifat suportif (menangani gejala dan keluhan pasien), dan meskipun dengan penanganan suportif, kasus Sindrom Reye yang berat dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan kematian. Karena orangtua kini telah teredukasi mengenai penggunaan aspirin pada anak-anak, sejak tahun 1980-an  kejadian Sindrom Reye kini telah menurun secara signifikan. Sindrom Reye dapat sembuh sendiri, atau justru jatuh ke dalam kondisi koma dan kematian. Sindrom ini awalnya dijelaskan oleh dr.Ralph Douglas Reye.

Apa penyebab sindrom Reye?
Meskipun terdapat penelitian luas tentang penyebab Sindrom Reye, namun penyebabnya masih belum jelas. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, penggunaan obat-obatan yang mengandung aspirin untuk mengobati anak-anak terhadap penyakit terkait virus seperti cacar air, influenza, dan gastroenteritis telah menunjukkan hubungan dengan penyakit ini. Penyebab gejala Sindrom Reye terkait dengan disfungsi hati dan peningkatan akadar amonia dan toksin lain di dalam tubuh. Toksin-toksin tersebut meningkatkan tekanan di dalam otak sehingga otak membengkak sehingga menyebabkan disfungsi otak dan menyebabkan kematian.

Apa faktor risiko sindrom Reye?
Kebanyakan anak yang didiagnosis dengan sindrom Reye memiliki riwayat adanya infeksi viral sebelumnya. Cacar air dan influenza adalah riwayat infeksi virus yang seringkali terdeteksi sebelum Sindrom Reye, dan infeksi rotavirus (yang menyebabkan infeksi usus atau gastroenteritis). Selain adanya riwayat infeksi virus, riwayat penggunaan aspirin untuk mengontrol demam juga dilaporkan. Beberapa peneliti cenderung menduga bahwa anak dengan kondisi gangguan metabolisme juga berisiko terkena Sindrom Reye, meskipun penjelasannya belum pasti.

Baca Juga:  Sindrom Reye - Penanganan dan Pencegahan

Apa tanda dan gejala Sindrom Reye?
Gejala utama dari sindrom Reye adalah muntah yang tidak terkontrol dan perubahan status mental. Gejala ini secara umum adalah hasil dari peningkatan tekanan intrakranial dan pembengkakan otak. Jika tidak ditangani dan semakin berat, maka Sindrom Reye bisa berakibat fatal. Bahkan, jika diketahui secara dini dan ditangani dengan cepat, beberapa pasien tetap mengalami perburukan gejala sehingga menyebabkan kematian atau kerusakan otak permanen.