Penyebab Dan Gejala Ginjal Bocor

DokterSehat.Com – Penyakit yang satu ini lebih dikenal dengan sebutan ginjal bocor, istilah bocor ginjal sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Istilah bocor ginjal mungkin diberikan oleh dokter yang mendiagnosis sindroma ini untuk memudahkan pemahaman.

7

Sindrom nefrosis bisa mengenai orang dewasa atau anak-anak. Pada anak-anak, gejala ini biasanya terjadi pada usia 3-4 tahun. Sebagian besar anak-anak ini menderita bentuk sindrom nefrosis yang disebut minimal change disease, penyakit dengan perubahan minimal. Kebocoran pada ginjal disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah kecil (glomeruli) di dalam ginjal yang memfiltrasi/menyaring kotoran dan kelebihan air dalam darah. Glomeruli yang sehat menjaga protein dalam darah (terutama albumin) yang dibutuhkan untuk memelihara jumlah cairan yang tepat dalam tubuh (dari penyerapan hingga pengeluaran) melalui urin. Jika rusak, glomeruli membiarkan jumlah protein dalam darah keluar dari tubuh melalui urin.

Kebocoran ginjal ini sangat membahayakan bagi tubuh maka dari itu, diperlukan penanganan khusus pada penyakit atau kerusakan ginjal. Di sini kami sebagai agen obat herbal online terbesar dan terpercaya, mempunyai solusi obat ginjal bocor dengan herbal yang sudah terbukti ampuh dapat mengatasi ginjal bocor.

Menurut dr Parlin ada dua penyebab sindrom nefrotik , yakni :

  • Penyebab primer berupa faktor imunologi dan
  • Penyebab sekunder yakni yang terjadi karena diabetes , malaria , atau obat-obatan.

Gejala

Gejala utama sindrom nefrotik atau ginjal bocor ini ada empat yaitu keluarnya protein melalui urin, kekurangan kadar albumin, tubuh bengkak, dan meningkatnya kadar kolesterol.

Dalam keadaan normal, ginjal bekerja sebagai penyaring, sehingga protein tidak bisa keluar dari tubuh. Jika tubuh banyak mengeluarkan protein, otomatis kadar protein dalam tubuh pun menurun.

Baca Juga:  Penyakit Pembesaran Pankreas

Sifat albumin adalah menahan agar cairan tidak keluar dari pembuluh darah. Ketika tubuh kekurangan albumin, cairan mudah merembes keluar dari pembuluh darah, menyebabkan tubuh membengkak. Jika sudah demikian, tubuh akan melakukan penyesuaian karena kekurangan albumin. Salah satunya dengan memecah lemak dari seluruh tubuh, sehingga membuat kadar kolesterol naik.