Epididimitis – Penyebab dan Gejala

Penyebab epididimitis biasanya infeksi bakteri. Bakteri biasanya masuk ke epididimis dengan bergerak kembali melalui (retrograde) dari uretra, prostat, vas deferens ke epididimis. Bakteri bertanggung jawab dalam sekitar 80% kasus.

doktersehat-pria-khitan-penis-sehat-bakteri-bersih-kecil-gemuk-manfaat-sunat

Dua kelompok utama organisme menyebabkan kebanyakan kasus epididimitis: organisme penyebab infeksi menular seksual dan coliform (organisme yang umumnya hidup di usus).

  • Pada pria usia 25-39 tahun, penyebab biasanya organisme yang sama yang menyebabkan penyakit menular seksual klamidia (bertanggung jawab untuk hampir 50%-60% dari kasus) oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhea yang membawa infeksi gonore.
  • Pada mereka yang lebih tua dari usia 39 tahun, penyebabnya biasanya coliform, merupakan bakteri (Escherichia coli) yang hidup di usus. Organisme ini juga sering menyebabkan infeksi kandung kemih. Orang-orang yang berpartisipasi dalam hubungan seks anal lebih mungkin untuk terinfeksi E. coli atau bakteri fecal lainnya. Epididimitis jarang disebabkan oleh jamur atau Mycobacterium spp.
  • Epididimitis kimia (jarang) adalah peradangan yang disebabkan oleh aliran urin retrograde (mundur) saat berolahraga atau melakukan seks dengan kandung kemih penuh.
  • Amiodaron (Nexterone), obat jantung yang sering digunakan, kadang-kadang menyebabkan peradangan pada epididimis.
  • Infeksi virus (termasuk gondok), terutama pada populasi pediatrik.

Apakah gejala epididimitis?
Gejala epididimitis mulai secara bertahap dan sering memuncak dalam waktu 24 jam. Nyeri biasanya dimulai di skrotum atau pangkal paha.

  • Nyeri perut atau nyeri panggul: Pada awalnya, peradangan dimulai di vas deferens (yang merupakan saluran yang membawa sperma ke uretra) dan kemudian turun ke epididimis. Penurunan anatomi ini menjelaskan mengapa gejala dapat mulai awalnya di flank (punggung bawah) dan pangkal paha. Satu sisi pangkal paha atau testis mungkin jauh lebih menyakitkan daripada yang lain.
  • Nyeri skrotum dan bengkak: Epididimis mungkin membengkak dua kali ukuran normal dalam waktu 3-4 jam (derajat pembengkakan variabel).
  • Nyeri saat buang air kecil, kadang-kadang ada darah dalam urin.
  • Discharge dari uretra (keluar cairan di ujung penis, terutama pada pria yang lebih muda dari 39 tahun)
  • Demam dan menggigil
  • Mual
Epididimitis – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6