Penyebab Cedera pada Mata

DokterSehat.Com – Merupakan hal yang wajar bila ada debu masuk ke mata, sabun terkena mata, atau mata tidak sengaja terbentur. Untuk cedera mata ringan seperti itu, biasanya hanya diperlukan perawatan sederhana di rumah.

doktersehat-nyeri-kepala-sinus

Beberapa jenis olahraga dan aktivitas dapat meningkatkan risiko cedera pada mata.

  • Cabang olahraga berisiko sangat tinggi, seperti tinju, gulat, dan pencak silat.
  • Cabang olahraga berisiko tinggi, misalnya bola kasti dan tenis.
  • Cabang olahraga berisiko rendah, contohnya renang dan senam (tanpa ada kontak fisik atau menggunakan bola, pemukul, atau raket).

Benturan langsung ke mata dapat merusak kulit dan jaringan lain di sekitar mata, bola mata, atau tulang rongga mata. Benturan pada mata biasanya menyebabkan memar di sekitar mata (black eye) atau luka robek pada kelopak mata.

Luka bakar pada mata dapat disebabkan oleh zat kimia, asap, uap panas, cahaya matahari, pengering rambut elektrik, atau alat untuk mengelas. Percikan api dari kompor atau bahan peledak juga dapat menyebabkan luka bakar pada wajah dan mata.

  • Luka bakar kimia terjadi jika ada zat kimia baik yang berbentuk padat, cair, maupun gas yang mengenai mata. Berbagai bahan kimia tidak mengakibatkan kerusakan yang fatal jika segera dibilas dengan air. Bahan yang bersifat asam (misalnya pemutih pakaian dan bahan batu baterai) dan basa (misalnya pembersih lantai atau pupuk) dapat merusak mata. Perlu waktu sekitar 24 jam setelah paparan untuk mengetahui besar dampak paparan zat kimia tersebut pada mata. Asap dan gas kimia juga dapat menyebabkan iritasi mata.
  • Luka bakar pada kornea juga dapat terjadi karena radiasi, misalnya radiasi matahari atau lampu. Cahaya matahari yang terang (terutama jika dipantulkan oleh salju atau air) dapat menyebabkan luka bakar jika tidak mengenakan kacamata yang dapat menyaring sinar UV. Mata yang tidak terlindungi dapat mengalami luka bakar karena paparan cahaya berintensitas tinggi, misalnya pada saat mengelas.

Benda asing pada mata, seperti debu, bulu mata, lensa kontak, atau make up juga dapat menyebabkan cedera pada mata.

  • Benda asing dapat menyebabkan lecet pada permukaan mata (kornea) atau terjebak di dalam mata. Jika kornea lecet, akan lebih sulit untuk mengetahui apakah benda yang menyebabkan iritasi tersebut masih ada di dalam mata atau tidak, karena kornea yang lecet biasanya terasa nyeri dan mengganjal seolah masih ada benda asing di dalam mata. Sebagian besar luka lecet pada kornea bersifat ringan dan sembuh sendiri dalam waktu 1-2 hari.
  • Benda yang kecil atau tajam yang berjalan dengan kecepatan tinggi dapat mengakibatkan cedera serius pada berbagai bagian bola mata. Benda-benda yang beterbangan dari alat pemotong rumput, alat ukir, atau alat lain dapat mengenai mata, dan dapat mengakibatkan luka tusuk pada mata. Cedera ini dapat menyebabkan perdarahan di antara iris dan kornea (hifema), perubahan bentuk dan ukuran pupil, serta kerusakan bangunan-bangunan lain di dalam bola mata. Benda-benda ini bisa menancap dalam pada mata dan memerlukan pertolongn medis.
Baca Juga:  Kacang Panjang Mampu Obati Berbagai Penyakit

Cedera pada mata dapat dicegah dengan menggunakan pelindung mata. Beberapa profesi, seperti dokter dan pekerja baungunan perlu mengenakan pelindung mata untuk menurunkan risiko cedera atau percikan zat yang berbahaya pada mata.

Gejala Cedera Pada Mata

Segera hubungi dokter jika muncul gejala:

  • Gangguan penglihatan mendadak yang semakin lama semakin memburuk, misalnya pandangan kabur atau melihat ganda.
  • Nyeri mata mendadak yang semakin lama semakin berat.
  • Keluar darah dari bola mata.
  • Mata terasa lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Muncul gejala infeksi, seperti keluar lendir atau kotoran kental dari mata, mata merah atau bengkak, demam, dan sebagainya.

Perawatan Sederhana Di Rumah

Sebagian besar cedera mata ringan dapat diatasi sendiri di rumah.

  • Jika ada luka robek pada kelopak mata, balut dengan perban steril untuk melindungi mata. Jika tidak ada perban steril, dapat menggunakan kain yang bersih. Jangan menggunakan kapas untuk membalut mata karena malah bisa masuk ke mata dan menyebabkan iritasi. Pastikan perban agar tetap bersih dan kering.
  • Untuk mengurangi bengkak pada mata, lakukan kompres dingin selama 15 menit 3-4 kali sehari dalam waktu 48 jam pertama setelah kejadian. Semakin segera dilakukan kompres, semakin bengkak yang timbul. Bungkus es dengan kain bersih, lalu tempelkan ke kulit. Jika sudah tidak bengkak lagi, kompres dengan air hangat untuk mengurangi nyeri.
  • Jangan mengompres mata dengan bahan kimia, karena jika bocor, dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Jangan menggunakan daging mentah untuk mengompres mata.
  • Posisikan kepala terangkat atau lebih tinggi untuk mengurangi bengkak.
  • Boleh dicoba menggunakan obat-obat anti nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen untuk mengurangi nyeri.
  • Jika dengan perawatan sederhana tidak ada perbaikan dalam 24 jam, segera hubungi dokter.

Mencegah Cedera Pada Mata

Tips-tips berikut ini dapat mencegah cedera pada mata:

  • Kenakan pelindung mata pada saat bekerja dengan alat-alat atau bahan kimia yang dapat melukai mata.
  • Kenakan pelindung mata pada saat melakukan aktivitas olahraga yang berisiko pada mata.
  • Cedera karena sinar UV dapat dicegah dengan kacamata yang dapat menyaring sinar UV atau dengan mengenakan topi.
  • Kenakan sabuk pengaman atau helm pada saat berkendara.

Sumber: WebMD