Penyebab Berubahnya Nafsu Makan pada Lansia

Doktersehat.com – Orang berusia lanjut akan menglami banyak perubahan pada kondisi fisiologis pada tubuh cenderung berubah. Begitu juga dengan faktor psiko kognitifnya. Hal ini cenderung membuat orang lansia susah untuk disuruh makan. Namun, dengan penanganan pemilihan makanan yang tepat, kebutuhan nutrisi mereka dapat tetap terpenuhi.



Agasjtya Wisjnu Wardhana, SpPD, FINASIM, Humas Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), mengatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan lansia sulit untuk mengasup makanan karena adanya gangguan psiko kognitif di otak. “Selain itu, ada penurunan kemampuan saraf pengecap, sehingga sulit membedakan rasa, atau taste yang berubah,” ujarnya dalam simposium PAPDI di RSCM pada Senin (9/7/2012).

Selain itu, pada lansia juga cenderung bermasalah dalam mengunyah, sebab giginya sudah banyak yang copot. Karena itu, setiap makanan yang masuk tidak terkunyah dengan baik dan langsung ditelan, sehingga makanan tersebut nyangkut di tenggorokan. Faktor lainnya adalah adanya produksi lendir yang melindungi lambung sudah berkurang otomatis, sehingga ada kecenderungan rasa penuh atau rasa mual. “Karena itu, pada orang tua penurunan nafsu makan lebih dikarenakan gangguan fisiologis,” ujar Wisjnu.

Wisjnu menjabarkan, yang dimaksud dengan lansia adalah seseorang yang berusia 60 tahun keatas. Namun, pada dasarnya, setiap orang yang telah mengalami penurunan fungsi, masuk kedalam kategori usia lanjut.

Pada dasarnya kebutuhan makanan pada lansia tidak sebanyak dengan orang normal. Namun, kebutuhan optimal tubuh tetap harus dijaga. Wisjnu mencontohkan, pada orang normal kebutuhan cairan sebanyak 70 persen, tetapi pada lansia hanya sekitar 40 persen.

Jelasnya, agar asupan kebutuhan gizi dan nutrisi dalam tubuh lansia tetap terjaga, jenis makanan dan waktu makannya tidak bsia disesuaikan dengan orang normal lainnya. Jadi, kapanpun ia membutuhkan asupan,  lansia harus langsung makan.

Baca Juga:  Mencicipi Masakan, Kebiasaan Makan Yang Buat Anda Gemuk

“Yang jelas makanan yang masuk ke tubuhnya  harus bersifat lunak, banyak mengandung serat,  karbohidrat kompleks, dan protein yang tinggi untuk meregenerasi. Selain itu, lansia juga tetap membutuhkan lemak sebagai cadangan energi agar tidak gampang loyo,” ujar Wisjnu.

Selain itu, lansia juga tetap membutuhkan vitamin yang cukup. Tetapi, kandungan vitamin dalam tubuh sangat tergantung pada kandungan karbohidrat, protein, dan lemak dalam tubuh. Menurut Wisjnu, apabila asupan karbohidrat, protein dan

Faktor-faktor itu, kata wisjnu, akan menurunkan kemampuan membedakan bau dan rasa, menimbulkan masalah dalam mengunyah dan ada kecenderungan cepat merasa kenyang. “Akibatnya, asupan makanan akan menurun,” katanya.

Untuk menyiasatinya, pemberian jenis makanan dan waktunya harus disesuaikan. “Tidak bisa seperti orang kebanyakan pada umumnya dengan pola makan pagi, siang dan malam, pada lansia mereka bisa makan kapan saja saat lapar,” imbuhnya.

Wisjnu menambahkan, makanan yang diberikan sebaiknya harus yang lunak, banyak mengandung serat, ada kandungan karbohidrat kompleks, protein tinggi dan lemak supaya tidak gampang lemas. Jumlah asupan makanan juga tidak perlu sebanyak orang dewasa karena orang berusia di atas 60 tahun sudah mengalami penurunan fungsi tubuh. Demikian juga dengan kebutuhan cairan. Apabila orang normal membutuhkan cairan hingga 70 persen, pada lansia hanya membutuhkan sekitar 40 persen.

Pemberian vitamin pada lansia pada dasarnya tidak dilarang selama kebutuhan nutrisi lain cukup.  “Kalau asupan karbohidrat, protein dan lemaknya kurang, vitamin apapun tidak akan bermanfaat pada tubuhnya,” tambahnya.

Sumber : kompas.health.com & gatra.com