Penyanyi Demi Lovato Ternyata Mengidap Bipolar

DokterSehat.Com – Sebagai penyanyi yang cukup sukses dan telah mendunia, dunia hiburan sangat kaget tatkala Demi Lovato mengaku jika Ia mengalami gangguan jiwa bipolar. Penyakit ini kerap dianggap sebagai penyakit yang menakutkan dan bahkan kerap dikaitkan dengan tindakan kriminal. Yang menarik adalah, Lovato berusaha untuk mengkampanyekan berbagai informasi tentang penyakit ini sehingga akan semakin banyak orang yang tahu jika penderita gangguan jiwa bipolar layaknya dirinya juga bisa hidup dengan normal layaknya pada umumnya.



Lovato melakukan kampanye dengan tajuk The Be Vocal Collection dengan harapan mampu menghapus stigma dan juga diskriminasi bagi para penderita gangguan jiwa. Dalam kampanye ini, Ia dan timnya mempromosikan berbagai dokumentasi foto-foto dari para penderita gangguan jiwa layaknya bipolar, skizofrenia, kecemasan berlebih, depresi, hingga berbagai kondisi kesehatan lainnya. Ia mengaku jika kampanye ini adalah sebagai cara untuk melawan stigma masyarakat yang kerap kali menganggap penderita gangguan jiwa sebagai orang-orang yang bermasalah karena suka menjambak rambut mereka sendiri atau kebingungan dan hidup dalam kegelapan, layaknya foto-foto yang kerap ditemukan di internet.

Lovato juga menyebutkan jika kampanye ini memberikan informasi bagi banyak orang yang ternyata mengalami gangguan jiwa atau memiliki keluarga yang mengidap gangguan jiwa ini agar memberanikan diri berkonsultasi ke dokter dan mendapatkan pengobatan. Ia menyebutkan jika kini dunia kesehatan modern telah menyediakan pengobatan dan terapi yang memang ditujukan bagi pengidap masalah kejiwaan. Dengan pengobatan yang tepat dan dukungan dari keluarga dan teman-teman terdekat, diharapkan para penderita gangguan jiwa ini bisa hidup dengan normal dan berbahagia.

Dalam kampanye ini, foto-foto yang Ia tunjukkan adalah mereka yang mengidap gangguan kejiwaan namun melakukan berbagai aktifitas normal layaknya manusia pada umumnya layaknya berpelukan, bercengkerama dengan keluarga, atau bahkan melakukan aktifitas yoga. Foto-foto ini bahkan boleh digunakan oleh siapa saja sehingga diharapkan mampu mengubah stigma negatif masyarakat pada pengidap gangguan jiwa.