Penyakit Yang Dapat Muncul Akibat Stres

DokterSehat.Com – Tak salah orang bilang jika stres adalah ibu dari segala macam penyakit. Stres atau tekanan pikiran yang disebabkan oleh kondisi, misalnya pekerjaan bisa sangat mempengaruhi gaya hidup, perilaku, dan kebiasaan seseorang. Bisa jadi karena stres, orang akan sulit tidur, makan tak teratur, makan berlebihan, lupa kebiasaan olahraga, melarikan diri dengan cara menghisap lebih banyak rokok, hingga obat-obatan yang semuanya memiliki konsekuensi yang jelas bagi kesehatan.

4436803154_2ab769b9ed_o

Karena stres, tubuh manusia pertamakali akan bereaksi dengan memompa adrenalin, dan selanjutnya kortisol ke dalam aliran darah untuk memfokuskan pikiran dan tindakan tubuh segera respon yang membuat kita bisa hidup selama ribuan tahun. Adrenalin yang merupakan respon awal stres kadang-kadang bisa menimbulkan risiko kesehatan, tetapi yang paling bahaya adalah adanya pelepasan kortisol.

Kortisol umumnya dianggap sebagai hormon stres yang buruk, kortisol tidak banyak memiliki fungsi penting tubuh namun salah satunya yang paling penting adalah menghentikan peradangan. Akan tetapi ketika kita mengalami stres kronis, maka kortisol akan mengalir tanpa henti. Seperti yang terjadi ketika stres konstan, maka sel-sel tubuh menjadi tidak peka terhadap hormon yang justru menyebabkan peradangan menjadi tak terkendali. Peradangan kronis menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan sel-sel otak jangka panjang, menyebabkan resistensi insulin (penyebab diabetes), dan mempromosikan penyakit sendi yang menyakitkan seperti athritis. Jadi sangatlah tidak berlebihan jika stres dibilang sebagai ibu dari segala macam penyakit.

Pada wanita, perubahan hormon kortisol berpengaruh pada proses perkembangan tubuh dengan cara yang unik, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang, seperti :

• Mengurangi Gairah Seks
Hormon kortisol juga berpengaruh pada gairah seks yang membuat Anda yang terkena stres menjadi enggan untuk melakukan seks.

Baca Juga:  Wah Ternyata Sakit Jiwa Ada Banyak Sekali

• Jerawat
Besarnya tingkat kortisol dalam tubuh dapat menyebabkan produksi minyak berlebih yang memberikan kontribusi untuk perkembangan jerawat.

• Rambut Rontok
Stres emosional atau psikologis yang signifikan dapat menyebabkan ketidakseimbangan fisiologis yang menjadi penyebab rambut rontok.

• Pencernaan yang buruk
Stres yang berkepanjangan dapat sangat mempengaruhi sistem pencernaan dengan meningkatkan asam lambung, menyebabkan gangguan pencernaan dan ketidaknyamanan, dan dalam beberapa kasus juga penyebab munculnya bisul.

Itulah dampak jika Anda sedang stres. Beristirahatlah dengan cukup dan mencoba membuat jadwal tersendiri untuk mengambil libur juga termasuk cara yang baik untuk meredakan stres Anda.

BACA JUGA : Pentingnya Peran Olahraga Untuk Lansia