Penyakit Trigger Finger

DokterSehat.Com – Penggunaan gadget dan peralatan komputer dalam jangka waktu memang sangat sulit untuk dihindari oleh masyarakat modern, khususnya yang berada di kota-kota besar. Hampir semua orang kini menggunakan gadget dan juga komputer sebagai alat untuk menyelesaikan tugas, pekerjaan, hingga mendapatkan informasi paling update. Yang menjadi masalah adalah, penggunaan yang berlebihan ternyata bisa memicu masalah besar pada psikologi, syaraf, dan bahkan sendi dan tulang-tulang pada tubuh. Salah satu penyakit yang kerap disebabkan karena penggunaan peralatan modern adalah trigger finger.

doktersehat-jari-tangan

Trigger finger sendiri adalah sebuah kondisi dimana jari tangan tiba-tiba terkunci dalam posisi membungkuk dan berada dalam posisi yang sakit. Jika trigger finger masih dalam kondisi yang belum parah, kita bisa menggertakkan jari atau meluruskan jempol secara perlahan sehingga jempol atau jari dapat kembali dalam kondisi lurus. Namun, bagaimana jika jempol atau jari benar-benar sudah tidak bisa diluruskan kembali dan terkunci begitu saja?

Kondisi jempol atau jari yang terkunci ini disebabkan oleh selubung pelindung yang mengelilingi bagian tendon jari mengalami penyempitan. Padahal, tendon inilah yang membuat otot dan tulang bisa bersambung dan membuat koordinasi gerakan. Selubung pelindung ini dilapisi dengan zat tenosynovium yang bisa memberikan semacam cairan bagi otot dan jari sehingga bisa bergerak secara mulus. Karena terjadi penyempitan, cairan pelumas tersebut terhambat sehingga jari pun bisa berada dalam keadaan kaku. Biasanya, trigger finger mudah dialami orang yang sering mencengkeram jari-jarinya atau para penderita diabetes. Jika trigger finger ini masih berada dalam tahapan yang ringan, saat pagi hari jari-jari biasanya merasa kaku dan lemah. Dalam beberapa kasus, area jari yang paling dekat dengan telapak tangan bisa mengalami benjolan yang terasa nyeri dan jika kita menggerakkan jari, maka kita akan mendengarkan sensasi suara meletup dan klik.

Baca Juga:  Benarkah Mitos Tentang Berenang Harus Dilakukan Setidaknya Satu Jam Setelah Kita Makan?

Untuk mengurangi gejala trigger finger, ada baiknya kita sering mengistirahatkan jari stidaknya empat atau enam minggu agar tidak terlalu sering memakai gadget. Selain itu, kita bisa melakukan pemijatan pada area jari sehingga kondisinya lebih membaik. Kita juga bisa merendam jari-jari tangan pada air hangat di pagi hari sehingga kondisi jari pun akan jauh lebih baik dari sebelumnya.