Penyakit Taeniasis (cacing pita babi)

DokterSehat.Com – Taeniasis adalah penyakit zoonosis parasiter yang disebabkan oleh cacing pita yang tergolong dalam genus Taenia (Taenia saginata, Taenia solium, dan Taenia asiatica) pada manusia. Taeniasis menyerang otot dan yang paling sering terserang sistiserkus yaitu jantung, diafragma, lidah, otot pengunyah, daerah esofagus, leher dan otot antar tulang rusuk.

7

Cara penularan

Penyebaran Taenia dan kasus infeksi akibat Taenia lebih banyak terjadi di daerah tropis karena daerah tropis memiliki curah hujan yang tinggi dan iklim yang sesuai untuk perkembangan parasit ini. Manusia terkena taeniasis jika memakan daging sapi atau babi setengah matang. Daging tersebut mengandung sistiserkus sehingga sistiserkus berkembang menjadi Taenia dewasa dalam usus manusia.

Sumber penularan cacing pita Taenia pada manusia :

  • Tinja penderita taeniasis, karena tinja penderita mengandung telur atau segmen tubuh (proglotid) cacing pita.
  • Hewan, terutama babi dan sapi yang mengandung larva cacing pita (sistisekus).
  • Makanan, minuman, dan lingkungan yang tercemar oleh telur cacing pita.

Gejala

  • Diare (18%)
  • Gatal-gatal pada anus (77%)
  • Lemah (17%)
  • Letih (4%)
  • Merasa lapar (16%)
  • Mual (46%)
  • Muntah (4%)
  • Nyeri di perut, mengantuk, serta kejang-kejang, gelisah, gatal-gatal di kulit dan gangguan pernapasan (masing-masing <1%)
  • Pegal-pegal pada otot (1%)
  • Pengeluaran segmen tubuh cacing dalam fesesnya (95%)
  • Peningkatan nafsu makan (30%)
  • Penurunan berat badan (6%)
  • Pusing (42%)
  • Rasa tidak enak di lambung (5%)
  • Sakit kepala (26%)
  • Sembelit (11%)
  • Tidak ada selera makan saat lapar (1%)

Penanganan

Penanganan terhadap taeniasis adalah dengan pengobatan menggunakan Atabrin, Librax, Niclosamide, dan Praziquantel. Serta untuk mengurangi kemungkinan infeksi oleh Taenia ke manusia dan hewan diperlukan peningkatan daya tahan tubuh. Hal ini dapat dilakukan melalui vaksinasi pada ternak, terutama babi dan sapi serta peningkatan kualitas dan kecukupan gizi pada manusia.

Yang harus dilakukan untuk menghindari taeniasis

  • Makan daging yang sudah matang.
  • Meningkatkan sistem imunitas dengan rnakan makanan yang bergizi dan olahraga yang teratur.
  • Pencegahan konsumsi daging yang terkontaminasi.
  • Pencegahankonsumsidagingyangterkontaminasi dapat dilakukan melalui pemusatan pemotongan ternak di rumah potong hewan (RPH) yang diawasi oleh dokter hewan.
  • Pencegahan kontaminasi tanah dan tinja pada makanan dan minuman.
  • Pengendalian cacing pita Taenia dapat dilakukan dengan memutuskan siklus hidupnya.
  • Peningkatan sarana sanitasi.
  • Penyediaan sumber air bersih sangat diperlukan.