Penyakit Polifagia Dan Pengobatannya

DokterSehat.Com – Polifagia berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas dua suku kata; poli (yang berarti banyak) dan fago (yang berarti makan). Secara umum, polifagia bisa diartikan sebagai suatu gejala kelainan sistem metabolisme pada kondisi tertentu dimana penderitanya mengalami rasa lapar yang berkelanjutan sehingga menyebabkan dirinya mengkonsumsi makanan secara berlebih.



Hal ini disebabkan menyusutnya kadar kalori dalam tubuh yang dikeluarkan lewat saluran air kemih dalam jumlah yang cukup besar, sehingga penderita akan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Akibatnya si penderita akan mengalami rasa lapar yang dahsyat dan terjadi secara kontinyu (terus menerus) sehingga menuntutnya untuk lebih sering mengkonsumsi makanan tanpa henti.

Gejala ini biasanya ditemui pada sebagian besar orang yang menderita penyakit gula atau diabetes mellitus. Seperti yang sudah diketahui, diabetes (atau istilah masyarakat kita menyebutnya kencing manis) merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah meningkatnya kadar gula di dalam darah akibat kurangnya hormon insulin.

Gejala umum pada polifagia :

  • Pandangan mata penderita biasanya akan terasa kabur atau buram.
  • Timbul rasa ingin makan yang luar biasa.
  • Setiap habis melakukan kegiatan olahraga, penderita akan merasakan pusing kepala, ingin merasa muntah, dan secara tiba-tiba daya tahan tubuh menurun secara drastis.
  • Setelah diteliti lebih lanjut, gejala penyakit Polifagia tersebut rata-rata menyerang manusia di usia 40 keatas.

Dengan begitu, agar bisa terhindar dari penyakit polifagia, kita semua harus berkomitmen untuk selalu mengkonsultasikan kondisi kadar gula yang kita miliki agar bisa terdeteksi sedini mungkin. Tidak hanya itu saja, kita juga wajib mengurangi konsumsi bahan makanan yang memiliki kandungan gula buatan. Jika anda masih ingin merasakan makanan yang manis, maka sebaiknya mencari makanan yang bisa memberikan rasa manis alami misalnya buah-buahan.

Baca Juga:  Cara Efektif Pengelolaan Diabetes lewat Program “4 Sehat 5 Teratur”

Pengobatan

Dalam pengobatan secara medis, biasanya obat yang diberikan hampir sama dengan yang dianjurkan untuk penderita Diabetes Mellitus yakni OHO atau Obat Hipoglikemik. Ya, obat tersebut nantinya akan langsung memperbaiki kerja dari sistem insulin kita serta merangsang kembali agar produksi insulin dalam darah bisa meningkat. Sedangkan pengobatan secara herbal ternyata juga dilakukan karena banyak yang menganggap bahwa dengan Obat hanya bisa menekan kadar gula saja tapi penyakit polifagia sendiri tidak bisa dihentikan. Penanganan ini dilakukan dengan cara mencari sumber penyakit lalu memperbaiki kerja insulin serta mengembalikan fungsi dari organ yang selama ini bekerja di sistem peredaran tubuh kita.

Setelah anda mengenal penyakit polifagia melalui gejala-gejala yang ditimbulkan dan pengobatannya, oleh karenanya mulai saat ini anda sudah harus menjaga pola hidup. Tentunya dengan menjaga pola makan agar bisa terhindar dari resiko penyakit yang ditakuti didunia yakni Diabetes Mellitus. Juga harus diperhatikan bagi penderita yang mengobati penyakitnya melalui medis ialah lebih memperhatikan kedisiplinan dalam mengonsumsi obatnya agar bisa cepat sembuh sesuai anjuran dokter. Semoga artikel ini bermanfaat.