penyakit paru – Aspergilosis Bronkopulmoner Alergika (ABPA)

DokterSehat.Com – Aspergilosis Bronkopulmoner Alergika (ABPA) adalah suatu reaksi alergi terhadap jamur yang disebut aspergillus, yang menyebabkan peradangan pada saluran pernafasan dan kantong udara di paru-paru.



Penyebab

Jamur Aspergillus fumigatus. Aspergillus bisa tumbuh di daun-daun yang telah mati, gandum yang disimpan, kotoran burung, tumpukan pupuk dan tumbuhan yang membusuk lainnya.

Infeksi akibat aspergillus (misalnya pneumonia atau aspergiloma) jarang terjadi. Tetapi beberapa orang menunjukkan suatu reaksi alergi (hipersensitivitas) terhadap jamur ini (disebut aspergilosis bronkopulmoner alergika), yang ditandai dengan adanya peradangan pada saluran pernafasan (bronkus) atau kantong udara (alveolus). Penyakit ini bisa menyerupai asma atau pneumonia, dan pada kenyataanya, sebagian besar penderita ABPA juga menderita asma. Resiko tinggi terjadinya ABPA ditemukan pada penderita asma atau fibrosis kistik.

Gejala

Gejalanya terdiri dari :

  • Gejala asma yang semakin memburuk
  • Mengi atau bengek
  • batuk (bisa disertai dahak berwarna kecoklatan atau kemerahan), dan demam

Diagnosa

Dari berbagai pemeriksaan diperoleh hasil sebagai berikut :

  • Jumlah eosinofil meningkat
  • Kadar antibodi IgE meningkat (kadar IgE total dan IgE khusus untuk aspergillus)
  • Tes kulit antigen aspergillus
  • Antibodi aspergillus positif
  • Rontgen dada menunjukkan adanya infiltrasi dan bayangan yang mengerupai jari tangan
  • CAT scan dada menunjukkan adanya bronkiektasis sentral atau sumbatan lendir
  • Pewarnaan dan biakan dahak untuk jamur
  • Bronkoskopi disertai pembiakan dan biopsi transbronkial
  • Biopsi paru (jarang dilakukan)

Pencegahan

Orang-orang dengan faktor predisposisi (asma, fibrosis kistik, dan lain-lain), sebaiknya menghindari lingkungan dimana jamur aspergillus ditemukan.

Pengobatan

Aspergillosis alergika diobati dengan prednisone per-oral (melalui mulut). Bisa juga dibantu dengan pemberian antibiotik anti-jamur (intraconazole). Penderita asma sebaiknya juga melanjutkan terapi inhalernya yang biasa. Respon terhadap pengobatan biasanya baik, meskipun sering terjadi kekambuhan.