Penyakit Mata Autoimun

DokterSehat.Com – Penyakit ini bisa disebut juga lupus, disebabkan karena sistem imun kekebalan tubuh yang salah mengenai target musuh, yang seharusnya menyerang bakteri atau virus, namun malah menyerang anggota tubuh, akibat yang dapat ditimbulkan adalah Diabetes tipe 1, lupus, dan , multiple sclerosis.



Terdapat lebih dari 100 macam penyakit autoimun yang telah diketahui. Contoh yang sering pada perempuan yaitupenyakit lupus. Contoh penyakit autoimun lain yaitu miasthenia gravis (kelumpuhan otot), vaskulitis (peradangan pembuluh darah), dan sindrom antifosfolipid (darah mudah menggumpal). Perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit autoimun. Penyakit autoimun dapat mengenai berbagai organ, seperti otak, mata, jantung, hati, paru, dan sel darah.

Penyebab

• Senyawa yang ada di badan yang normalnya dibatasi di area tertentu (dan demikian disembunyikan dari sistem kekebalan tubuh) dilepaskan ke dalam aliran darah.Misalnya, pukulan ke mata bisa membuat cairan di bola mata dilepaskan ke dalam aliran darah.Cairan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali mata sebagai benda asing dan menyerangnya.

• Senyawa normal di tubuh berubah, misalnya, oleh virus, obat, sinar matahari, atau radiasi. Bahan senyawa yang berubah mungkin kelihatannya asing bagi sistem kekebalan tubuh. Misalnya, virus bisa menulari dan demikian mengubah sel di badan. Sel yang ditulari oleh virus merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerangnya.

• Senyawa asing yang menyerupai senyawa badan alami mungkin memasuki badan. Sistem kekebalan tubuh dengan kurang hati-hati dapat menjadikan senyawa badan mirip seperti bahan asing sebagai sasaran. Misalnya, bakteri penyebab sakit kerongkongan mempunyai beberapa antigen yang mirip dengan sel jantung manusia. Jarang terjadi, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang jantung orang sesudah sakit kerongkongan (reaksi ini bagian dari deman rumatik).

Baca Juga:  Rosacea Mata

• Sel yang mengontrol produksi antibodi misalnya, limfosit B (salah satu sel darah putih) mungkin rusak dan menghasilkan antibodi abnormal yang menyerang beberapa sel badan.

Keturunan mungkin terlibat pada beberapa kekacauan autoimun. Kerentanan kekacauan, daripada kekacauan itu sendiri, mungkin diwarisi. Pada orang yang rentan, satu pemicu, seperti infeks virus atau kerusakan jaringan, dapat membuat kekacauan berkembang. Faktor Hormonal juga mungkin dilibatkan, karena banyak kekacauan autoimun lebih sering terjadi pada wanita.

Gejala

• Nyeri

• Pembengkakan

• Diplopia

• Kehilangan penglihatan

• Sakit kepala

• Konjungtivitis

Pengobatan

Pengobatan memerlukan kontrol reaksi autoimmune dengan menekan sistem kekebalan tubuh. Tetapi, beberapa obat digunakan reaksi autoimmune juga mengganggu kemampuan badan untuk berjuang melawan penyakit, terutama infeksi.

Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan), seperti azathioprine, chlorambucil, cyclophosphamide, cyclosporine, mycophenolate, dan methotrexate, sering digunakan, biasanya secara oral dan seringkal denganjangka panjang. Tetapi, obat ini menekan bukan hanya reaksi autoimun tetapi juga kemampuan badan untuk membela diri terhadap senyawa asing, termasuk mikro-jasad penyebab infeksi dan sel kanker. Kosekwensinya, risiko infeksi tertentu dan kanker meningkat. Untk pengobatan yang khusus obat mata juga perlu diterapkan disamping mengobat penyakit autonium.