Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Penyakit Kutu Air

DokterSehat.Com – Penyakit kutu air adalah salah satu penyakit yang sangat akrab ditemui oleh ibu-ibu rumah tangga. Bagaimana tidak, kutu air sering sekali menyerang jari-jari kaki ibu rumah tangga yang sering terkena air saat mencuci, khususnya saat mencuci baju. Uniknya, meskipun memiliki nama kutu, penyakit kutu air justru disebabkan oleh jamur yang menginfeksi kulit tubuh manusia, khususnya di bagian kaki karena area ini cenderung lebih lembab mengingat sering terkena rendaman atau siraman air.

doktersehat-mata-ikan-clavus

Jamur penyebab penyakit kutu air sendiri disebut sebagai jamur dermatofit atau trikofiton. Jamur ini dengan mudah menyerang kulit yang cenderung lembab mengingat kulit lembab adalah area ideal bagi jamur untuk berkembang biak. Sel jamur dermatofit atau trikofiton sendiri akan membuat kulit memproduksi banyak sel kulit yang rusak sehingga membuat tampilan kulit menjadi bersisik dan sangat gatal. Disamping ibu-ibu rumah tangga yang sering terendam air saat mencuci, pria atau anak-anak yang memakai sepatu terlalu lama, dan bahkan sepatu basah, maka akan memiliki kulit kaki yang lembab sehingga akan mudah terkena penyakit kutu air.

Kutu air sendiri bisa dikenali dengan kulit yang cenderung menebal, bersisik, dan juga kering. Kadang kala, kulit menjadi terasa sangat gatal dan panas, khususnya di sela-sela jari kaki. Jika dibiarkan begitu saja, kulit bisa menjadi memerah dan melepuh yang disertai dengan nanah.

Kutu air bisa diobati dengan salep atau krim yang mudah didapatkan di toko atau apotek terdekat, namun, kita harus ingat bahwa penyakit kutu air ternyata bisa menular ke orang lain, khususnya jika terjadi kontak langsung atau melalui pakaian dan handuk. Hal ini berarti andai ada salah satu anggoa keluarga yang terkena kutu air, maka ada baiknya penyakit kutu air tersebut segera disembuhkan dan anggota keluarga lain harus berhati-hati dalam memakai kesed, handuk, atau bahkan pakaian agar tidak mudah tertular.